Bisnis Berbasis E-Commerce Tingkatkan Kepercayaan Konsumen

Sabtu, 10 Feb 2018

BOGOR (Pos Sore) — Tren ‘marketplace’ yang belakangan ini terus berkembang pesat, dinilai pakar IT Ludo Lustrous bakal surut dalam 10 tahun ke depan. Masa kejayaannya hanya tinggal hitungan tahun.

“Satu dekade lagi akan berkembang sesuatu yang lebih besar dari sekadar ‘marketplace’, karena dampak inovasi mesin pencari yang semakin luas dan signifikan,” kata Direktur Utama perusahaan layanan IT PT Karl Wig, dalam acara Pelatihan Vocational Berbasis E-Commerce, di Bogor, Jawa Barat, Jumat (9/2).

Dalam pandangan praktisi IT dari Lamikro itu, mesin pencari seperti Google cenderung akan menjadi penguasa di dunia maya. Mesin pencari itulah yang memiliki potensi untuk lebih banyak digunakan ketimbang marketplace ke depan. Terlebih kini, perusahaan raksasa mesin pencari tersebut juga hampir pasti sedang terus mengembangkan inovasi-inovasinya.

“Kemungkinan akan ada ‘main broker’ di atas ‘marketplace’ yang transaksinya melibatkan bisnis besar ke bisnis besar,” katanya.

Karena itu, Ludo menyarankan untuk para pebisnis atau start up sebaiknya mulai dari saat ini sudah mengembangkan website mandiri untuk bisnisnya dan tidak sekadar mengandalkan pemasaran melalui marketplace.

Ke depan, katanya, konsumen akan lebih mudah teryakinkan oleh bisnis yang telah memiliki website atau online shop sendiri. Kalau suatu usaha sudah punya website sendiri akan lebih dipercaya pelanggan dan dianggap benar-benar serius mengembangkan platform onlinenya.

“Kalau sudah dipercaya oleh pelanggan pasti akan lebih mudah untuk berkembang. Bagi start up perlu juga memiliki company profile, rencana bisnis, perencanaan keuangan, dan sumber daya manusia yang baik,” ujarnya.

Ludo mencatat berdasarkan data IlmuOneData (2017) e-commerce atau marketplace terbaik 2017 di Indonesia yakni Lazada Indonesia, MatahariMall, Blibli, Zalora Indonesia, JD Indonesia, Tokopedia, Elevenia, Shopee, Bukalapak, dan Qoo10.

Menurutnya, untuk menang dalam persaingan pasar di marketplace-marketplace tersebut,start up atau pebisnis pemula disarankam untuk selalu menggunakan testimoni atau endorsement untuk produknya, menggunakan hastag atau tanda pagar, dan menggunakan SEO (Search Engine Optimization).

Asisten Deputi Peran Serta Masyarakat Kementerian Koperasi dan UKM Haryanto, mengatakan pihaknya menyambut baik upaya peningkatan dan pembekalan start up agar bisnisnya semakin berkembang terlebih melalui e-commerce.

Ia pun mendorong calon wirausaha untuk memulai usaha mereka dari peluang-peluang yang ada dalam kehidupan sehari-hari. “Bisnis itu biasanya dimulai dari hobi bisa dari kuliner, salon, butik, apapun bisa. Sesuaikan dengan hobi baru kemudian susun rencana bisnisnya,” katanya. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015