10 Staff Dinas DKI Jakarta Belajar Praktik Pengelolaan Air Perkotaan di Rotterdam, Belanda

JAKARTA (Pos Sore) — Batch kedua dari tahap II Dutch Training and Exposure programme (DUTEP) — kerjasama antara kota Jakarta dan Rotterdam, resmi diluncurkan di Balai Kota Jakarta. Nantinya pada Maret 2018, 10 staff terpilih dari berbagai dinas di DKI Jakarta berangkat ke Belanda.

Di sana, mereka akan menghabiskan waktu 10 minggu di Rotterdam untuk belajar praktik pengelolaan air perkotaan. DUTEP memberi peserta kesempatan untuk belajar dari pendekatan dan pengembangan terkini dalam integrasi pengelolaan air perkotaan di Belanda.

Persiapan keberangkatan ke Belanda ini secara resmi dibuka oleh Deputi Gubernur Perindustrian, Perdagangan dan Transportasi DKI Jakarta, Soetanto Soehodho, Perwakilan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda, Melcher Klink, dan Perwakilan dari Kota Rotterdam, Martin Dukker.

DUTEP didukung oleh Kedutaan Besar Kerajaan Belanda dan dikelola oleh satu konsorsium yang terdiri dari perwakilan kota Jakarta dan Rotterdam, Waterboard Delfland, Universitas Ilmu Pengetahuan Terapan Rotterdam, Van Oord dan Nuffic Neso Indonesia.

Deputi Gubernur Perindustrian, Perdagangan dan Transportasi Pemprov DKI Jakarta Soetanto Soehodho, menekankan nilai tambah dari program tersebut. Peserta mendapatkan paparan langsung bagaimana insinyur, praktisi, administrator, dan pembuat kebijakan Belanda menghadapi tantangan terkait kota delta dan masalah perkotaan lainnya.

Selain itu, Soehodho menyebutkan pentingnya memperkuat kerjasama antara Jakarta dan Rotterdam melalui pertukaran pengetahuan dengan cara program magang ini.

Penasehat Kebijakan Senior dari Kedutaan Besar Kerajaan Belanda, Melcher Klink, memberikan perhatian pada keberhasilan program ini sebagai kerja sama yang saling menguntungkan antara dua kota Delta Rotterdam dan Jakarta.

“Hubungan antara Indonesia dan Belanda di bidang ini sangat luas, mencakup berbagai tema, seperti sanitasi, pembangunan irigasi pesisir, program pendidikan dan pengembangan kapasitas. Program pelatihan dan praktek kerja di Belanda adalah contoh bagus dari kerjasama yang luas dan terpadu ini,” katanya.

DUTEP sendiri dimulai pada September 2014 dan sejak itu total 34 peserta dari DKI Jakarta datang ke Belanda untuk magang dan proyek penelitian. Tahap kedua DUTEP akan berjalan selama tiga tahun (2017-2019) dan setiap tahun akan ada sepuluh peserta.

Selama acara workshop persiapan keberangkatan hasil penelitian alumni dan topik penelitian peserta baru dipresentasikan, terkait tantangan di Jakarta. Salah satu contohnya adalah ‘bagaimana mengendalikan banjir, sementara pada saat bersamaan mengembangkan waduk dan polder untuk rekreasi?’ (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!