Menko PMK Luncurkan Program Pendidikan Vokasi Industri di Kota Cilegon

Senin, 5 Mar 2018

JAKARTA (Pos Sore) — Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, meluncurkan Program Pendidikan Vokasi Industri di Kota Cilegon, Banten. Dikatakan, kemajuan industri di Indonesia yang berdayasaing dan didukung putra-putri Indonesia yang profesional, akan memperkuat perekonomian Indonesia dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Maka kemudian perlu dilakukan kerja bersama dan bergotong royong untuk mencapai tujuan ini, saling bersinergi antara pusat, pemerintah daerah dan juga industri,” tegasnya dalam sambutan, Senin (5/3).

Menurutnya, keberhasilan dalam melakukan revitalisasi pendidikan vokasi sangat ditentukan oleh keselarasan antara penyelenggaraan pendidikan vokasi dengan dunia industri. Karena, tegasnya, pendidikan vokasi harus berbasis pada kebutuhan industri.

Dikatakan, peluncuran pendidikan vokasi industri wilayah DKI Jakarta dan Banten, sebagai salah satu upaya dalam memperluas kerjasama dengan Industri.

“Dengan keikutsertaan program ini, dunia industri diharapkan dapat dengan mudah mendapatkan tenaga kerja yang terampil sesuai dengan kebutuhan masing-masing industri di era kompetensi baik di masa kini mauoun di masa mendatang,” jelasnya.

Menko PMK lalu mengajak semua pihak untuk kemudian melihat langsung apa saja kebutuhan industri dengan sumberdaya manusia atau tenaga kerja yang kita punya. Upaya sinergis semua pihak ini lalu dapat jadi syarat mutlak yang berkesinambungan untuk memajukan perekenomian dan juga sumber daya manusia kita.

“Saat ini Kemendikbud dan Kemenperin telah menginisiasi kerjasama antara SMK dan industri untuk menciptakan keselarasan antara kompetensi lulusan SMK dengan kebutuhan Industri. Menurut laporan, kerjasama ini sudah melibatkan 1.245 SMK dan 415 industri,” papar Menko PMK lagi.

Pihaknya mengapresiasi perusahaan-perusahaan yang telah aktif, seraya mendorong semakin banyak perusahaan terlibat dalam program ini untuk melakukan pembinaan terhadap SMK yang menjadi mitranya, termasuk memberikan bantuan peralatan praktik kepada beberapa SMK.

Dalam acara peluncuran ini, Menko PMK juga berkesempatan menyaksikan langsung Penandatanganan Kerja Sama (PKS) antara industri dengan SMK, pemberian hibah peralatan kerja dan kendaraan operasional dari industri kepada SMK, serta penyematan tanda pengenal secara simbolik kepada wakil peserta Diklat Sistem 3 in 1 (Pelatihan – Sertifkasi – Penempatan Kerja). (tety)