Ini Kontribusi Alumni Universitas Islam Negeri Terhadap Kehidupan Berbangsa

Jumat, 23 Mar 2018

JAKARTA (Pos Sore) — Ikatan Alumni Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Focus Group Discussion terkait Konferensi Nasional Alumni UIN-UIN se-Indonesia bertema ‘Islam dan Transformasi Indonesia: Kontribusi Alumni UIN-UIN se-Indonesia’, di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (21/3). Dihadiri oleh perwakilan dari UIN-UIN seluruh Indonesia.

Ketua Umum IKALUIN Syarif Hidayatullah Jakarta Ahmad Zacky Siradj, mengatakan, peran kaum terpelajar, tidak sekadar menggali dan mengembangkan kelimuan di kampus-kampus. Mereka juga harus hadir dan mengakar dalam dinamika kehidupan masyarakat, bahkan menjadi penggerak atau pemimpin perubahan dalam merespon tantangan pada setiap zaman.

“Kaum terpelajar atau elite terdidik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kemajuan dan perkembangan bangsa. Pergerakan kemerdekaan seperti Budi Utomo, Sumpah Pemuda, transisi Orde Lama kepada Orde Baru yang melahirkan Angkatan 66, sampai kepada masa Reformasi yang dimotori Angkatan 98, menandakan peran penting para terpelajar bagi gerak maju sejarah bangsanya,” tandasnya.

Menurut Zacky, peran penting tersebut, penting pula dilihat dari para kaum terpelajar perguruan tinggi Islam. Hadirnya perguruan tinggi Islam, dalam hal ini Universitas Islam Negeri (UIN), telah memainkan peran penting bagi perkembangan pengkajian ilmu-ilmu Islam, pengembangan dakwah, dan kaderisasi ulama.

Dari ketiga ranah ini, para alumni UIN kemudian berkontribusi dalam berbagai bidang. Yaitu menjadi juru dakwah (dai) yang bertujuan membina pengetahuan dan keimanan masyarakat. Ada juga yang menjadi akademisi, ilmuan, dan peneliti. Selain itu, jadi pendidik atau pembina lembaga pendidikan, seperti guru agama di sekolah, madrasah, atau pesantren.

Belakang kiprah para alumni UIN semakin meluas tidak saja pada bidang keagamaan tetapi juga non-keagamaan, seperti jurnalistik, politik, hukum, filantropi Islam, dunia usaha dan perbankan, LSM dan pemberdayaan masyarakat, kesehatan, dan teknik informasi, dan bidang strategis lainnya.

“Dari sisi ini, dapat dilihat para alumni UIN terbukti tidak saja menjadi bagian, tetapi aktor dan penggerak utama upaya meningkatkan kemajuan kehidupan masyarakat bangsa melalui berbagai bidang pengabdian dan profesi yang digeluti alumni,” ujarnya.

Selain menjadi pejabat tinggi di beberapa departemen dan kementerian, para alumni UIN tercatat ada yang menjadi anggota DPR/DPRD, gubernur, bupati, duta besar, dan menteri/wakil menteri.

Semakin luasnya sebaran alumni UIN dengan berbagai keahlian dan beragam profesi, sejatinya menjadi indikator keberhasilan perguruan tinggi Islam melakukan transformasi peran di berbagai sektor kehidupan.

Namun, mungkinkah kehadiran para alumni tersebut telah memberikan warna baru bagi kehidupan masyarakat bangsa? Akankah nilai-nilai yang dibawanya mampu memberikan school of tought (arah pandang) bagi perkembangan keilmuan, tradisi keislaman, dan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara yang relevan dengan perkembangan dan tantangan zaman yang semakin bergerak cepat?

“Mengingat fungsi kaum terpelajar Islam yang sangat strategis, maka kami memandang penting adanya silaturahmi pemikiran di antara para alumni UIN-UIN se-Indonesia untuk memberikan respon terhadap berbagai persoalan keumatan, kebangsaan, dan pemikiran Islam,” tutupnya. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015