Ini Penyebab Pasutri Sulit Punya Anak

Selasa, 27 Mar 2018

JAKARTA (Pos Sore) — Salah satu program utama dalam memiliki keturunan adalah mempersiapkan janin yang sehat dan kuat dalam proses kehamilan. Selain asupan gizi yang baik, kondisi kesehatan calon ibu dan ayah juga harus terjaga.

“Pasangan suami-istri penting menjalani pemeriksaan kesehatan agar proses kehamilan berjalan baik,” kata Dr Mira Krishtania Sp And – Spesialis Andrologi dan Seksologi Siloam Hospitals TB Simatupang.

Ia memaparkan, ketidaksuburan atau infertilitas kerap menjadi kendala bagi pasangan yang ingin memiliki keturunan. Gejala fisik ketidaksuburan ialah ketidakmampuan untuk hamil setelah berhubungan intim tanpa proteksi ataupun pasangan belum berhasil hamil lagi.

“Pada pria disebabkan faktor gaya hidup tidak sehat dan produksi sperma tidak normal. Pada perempuan meliputi kegagalan ovulasi akibat penyimpangan hormonal atau diet dan berolahraga berlebihan,” papar Mira Krishtania, Sabtu (24/3), di Jakarta.

Faktor lainnya, kerusakan tabung saluran indung telur, jaringan parut setelah operasi, dan endometriosis atau jaringan yang biasanya tumbuh di rahim lalu tertanam di bagian tubuh lain, juga bisa jadi penghambat proses kehamilan pada perempuan.

Karenanya, agar memiliki keturunan, Mira Krishtania mengingatkan, terutama kepada pasangam pria untuk menjaga pola hidup sehat guna mengatasi pola reproduksi pada pria.

“Bagi perokok segera berhenti merokok jika ingin memiliki anak dan jalankan pola hidup sehat. Sedangkan alternatif medis yang berpotensi membantu adalah teknologi tinggi pada metode bayi tabung,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dr.dr. Andon Hestiantoro, SpOG(K), MPH – Staff Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI-RSCM, menjelaskan metode bayi tabung. Secara sederhana, bayi tabung adalah proses pembuahan sel telur dan sperma di luar tubuh ibu.

“Istilahnya in vitro vertilization yang artinya pembuahan dalam gelas atau tabung, lalu embrio kecil yang terjadi dimasukkan ke rahim agar berkembang menjadi bayi,” jelasnya.

Infertilitas atau ketidakmampuan untuk hamil, kendala bagi pasangan yang telah berkeluarga. Data infertilitas di seluruh dunia menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan laporan lainnya diperkirakan 8-12 persen dari jumlah total pasangan atau mencapai 60 juta-80 juta pasangan belum dikaruniai anak. (tety)