Brawijaya Hospital Depok Gelar Seminar Penanganan Pendarahan pada Kehamilan untuk Dokter Umum

Kamis, 29 Mar 2018

BOJONGSARI (Pos Sore) — Brawijaya Hospital Bojongsari Depok mengadakan seminar dokter yang untuk kali ini diikuti 60 dokter umum rumah sakit dan klinik yang berada di sekitar Brawijaya Hospital.

Seminar bertemakan ‘Haemorrhagic Shock in Obgyn’, Rabu (28/3), itu menghadirkan pembicara dr. Winda Nizarwan Sp.OG.

“Seminar dokter ini bertujuan untuk menambah wawasan mengenai penanganan tatalaksana yang tepat pada pasien syok hemoragik dalam kasus obstetri dan ginekologi,” kata Drg. Hestiningsih, SE., MARS, Direktur Brawijaya Hospital Bojongsari, yang ditemui usai seminar.

Dikatakan, seminar tersebut baru pertama kali diadakan sejak rumah sakit ini resmi beroperasi pada Januari 2018. Seminar yamh terakreditasi oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Depok dengan total 3 SKP, ini membahas bagaimana menangani kasus pendarahan pada wanita.

Saat masuk rumah sakit atau fasilitas kesehatan karena pendarahan, pasien tentunya ditangani dokter umum di IGD. Melalui seminar ini, dokter umum diberi pemahaman bagaimana menanganinya. Apakah terjadi di saat wanita tengah hamil atau tidak. Dua kondisi ini jelas berbeda penanganannya.

Dikatakan, Brawijaya Hospital ikut aktif berpartisipasi dalam program pemerintah untuk membantu para tenaga kesehatan di lingkungan sekitar RSIA Brawijaya dengan aktif melakukan kegiatan seminar dan round table discussion dengan dokter-dokter umum, termasuk juga dengan para bidan.

“Ini kami lakukan sebagai upaya peningkatan kemampuan dalam menangani kasus-kasus pada ibu dan anak. Kami ini membantu program pemerintah dalam menekan angka kematian ibu dan anak,” tambahnya.

Brawijaya Hospital Bojongsari Depok yang diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat ini memiliki keunggulan dalam hal pelayanan ibu dan anak. Rumah sakit ini mulai beroperasi pada 11 Januari 2018.

Fasilitas layanan dan pelayanan yang dimiliki antara lain Kebidanan dan Kandungan, Kesehatan Anak, Penyakit Dalam, Bedah Umum, Dental Center, Dermatologi, THT, Mata, Neurologi, IGD, Radiologi, USG 2D/4D, Laboratorium, Farmasi, Fisioterapi, Rawat Inap, Critical Care (ICU, PICU, NICU, dan Intermediate).

“Saat ini, kami sedang mengembangkan pembangunan klinik Fertilitas dengan harapan bisa menjawab tantangan yang diberikan oleh pemerintah Jawa Barat, dalam memberikan pelayanan prima terutama dalam kesehatan ibu dan anak,” tambahnya. (tety)