Pencuri Motor Pemilik Ilmu Kebal Ambruk Ditembak

Rabu, 4 Apr 2018

TANGERANG (Pos Sore) – Setelah buron tiga hari dua pria pencuri sepeda motor pemilik ilmu kebal, Udistira, 29 dan Adih, 38 ambruk diterjang timah panas polisi Polsek Ciputat Tangerang Selatan, beberapa hari yang lalu. Jimat kebal dipasang dibagian alat vitalnya.

Kedua pelaku mencuri di Jalan Betawi, RT0309, Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa 27 Maret 2018 sekitar pk 04:16 WIB. Saat itu, sepeda motor milik korban, Susana, 29 diparkir diteras rumah tanpa kunci stang maupun kunci tambahan. Susana baru tau motornya hilang dicuri sekitar pk 04:18 WIB.

Begitu dicek melalui Close Circuit Television (CCTV) yang terpasang, terlihat jelas wajah 2 pelaku yang tengah membawa lari kendaraan matic miliknya.

“Atas kejadian tersebut, korban langsung melapor ke Polsek Ciputat. Petugas lalu mendatangi lokasi dan cek TKP. Berdasarkan olah TKP dan rekaman CCTV, didapatlah gambar 2 tersangka ini,” ujar Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Ferdy Irawan di Mapolsek Ciputat, Senin (2/4).

Atas informasi itu, polisi mengejar kedua pelaku, hingga akhirnya Jumat 30 Maret 2018 sekitar pk 23:00 WIB, pelaku Adih berhasil dibekuk di daerah Kampung Cilalung, Jombang, Ciputat. Sedangkan pelaku kedua, Udistira, disergap di daeah Jalan Betawi, Jombang, Ciputat.

“Mereka saat ditangkap melakukan perlawanan, bahkan hampir melukai petugas menggunakan besi tajam dari anak kunci leter T yang mereka bawa. Kemudian terpaksa kita lumpuhkan dibagian kaki, satu tersangka (Udistira) masih dirawat di Rumah Sakit Polri Kramat Jati,” tuturnya.

Begitu digeledah, rupanya kedua pelaku yang telah melakoni aksi pencurian sejak tahun 2010 silam itu, memasang suatu benda yang diduga sebagai jimat di bagian alat vital.

Pengakuan mereka, jimat berbentuk tasbih dipasang agar tubuh mereka tahan pukul dan sabetan senjata tajam. “Setelah diperiksa, mereka mengaku memasang benda diduga jimat, supaya tubuh mereka kebal,” imbuh Kasatreskrim Polres Tangsel, AKP Ahmad Alexander Yurikho Hadi.

Tapi nyatanya, jimat yang dielu-elukan sebagai pelindung tak berguna. Peluru dari pistol yang ditembakkan polisi, mampu menembus bagian kaki kedua pelaku dan tubuh mereka ambruk seketika ke tanah.

Sejumlah barang bukti turut disita dari keduanya, yakni satu tas kecil, 1 kunci leter T, 1 buah besi pipih bergagang karet ban, 3 buat anak kunci leter T, dan 2 unit sepeda motor.

Mereka dijerat Pasal 363 ayat (1) KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ancaman hukumannya mencapai 7 tahun kurungan penjara. (marolop)