Agar Tak Gagap Teknologi, ACE Banten Gelar Seminar & Gathering

Minggu, 8 Apr 2018

BANTEN (Pos Sore) — Association Chief Engineer (ACE) Banten kembali menggelar seminar dan gathering bagi seluruh anggotanya. Kegiatan kali ini mengangkat tema ‘Making Safety on Electricity and Comfort in The Air Conditioning System’, diadakan di Hotel Grand Soll Marina Jatiuwung, Tangerang, Banten, Sabtu (7/4).

“Ini kegiatan ke-4 sejak ACE Banten resmi dibentuk pada 2016. Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi salah satu cara kami menambah wawasan khususnya update knowledge atau ilmu pengetahuan tentang produk-produk teknik yang selalu berkembang,” tutur Saiful Muslim, Ketua ACE Banten periode 2017-2020.

Seminar yang diikuti seluruh anggota ACE Banten tersebut, menghadirkan lebih dari 34 vendor yang bergerak dalam bidang penyediaan alat-alat teknik yang memang dibutuhkan para engineer.

Dikatakan, teknologi selalu berubah, begitu juga dengan produk teknik seperti Air Conditioning (AC), yang saat ini sudah mulai dikenalkan dengan produk ramah lingkungan yang berkonsep hydro carbon. Atau produk lampu hemat energi, dan lain sebagainya.

“Agar tidak ketinggalan informasi seputar teknologi dari produk-produk tersebut maka dibuatlah seminar, gathering dan workshop seperti ini secara berkala, agar anggota ACE tidak gagap teknologi,” ungkap Saiful.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Acara Seminar & Gathering ACE Banten 2018, Taufiq Hidayat, memberikan apresiasinya kepada para vendor yang mendukung kegiatan tersebut.

“Kami dari ACE Banten sangat berterimakasih kepada para sponsor yang telah mendukung hingga acara ini bisa terlaksana dengan baik. Semoga ke depan kami masih bisa bermitra dan saling bekerjasama. Terimakasih juga kami sampaikan kepada perwakilan ACE daerah yang telah hadir dan mendukung suksesnya acara ini,” ucap Taufiq.

ACE Banten adalah organisasi profesi yang telah dikukuhkan oleh Kemenhumkam RI, dan telah terbentuk juga di beberapa daerah.

Saat ini pengurus ACE Banten sedang mengagendakan Uji Kompetensi atau Sertifikasi Profesi bagi 300 anggotanya. “Hal ini agar kami bisa bersaing di Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA),” tandas Saiful. (asri)