Penyaluran Harus Berbanding dengan Ketersediaan

Bulog Daerah Kesulitan Distribusikan Stok Pangan

Senin, 9 Apr 2018
Stok pangan Bulog aman

POS SORE—Wakil Ketua Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, I Kadek Arimbawa mengungkapkan saat ini teman-teman di Bulog daerah mengalami kesulitan dalam mendistribusikan stok pangan.

Persoalan ini kata Kadek menjadi klasik karena permasalahan sebenarnya bukan hanya pada stok pangan, tapi persoalan minimnya ketersediaan penyimpanan dan pendistribusian stok pangan agar stok pangan tidak rusak akibat terlalu lama disimpan di gudang.

Hal tersebut terungkap dalam pertemuan antara Komite II DPD RI dengan Perum Badan Urusan Logistik (BULOG) Divisi Regional Provinsi Kalimantan Selatan, di Kantor Perum Bulog Banjarmasin Kalimantan Selatan Senin (9/4).

Hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Ketua Komite II DPD RI I Kadek Arimbawa, Habib Abdurrahman Bahasyim, Permana Sari, Mesakh Mirin, Aceng Holik Munawar Fikri, dan Dedi Supriyadi Kepala Divisi Regional Bulog Banjarmasin.

Kunjungan Kerja Komite II DPD RI ke Perum Badan Urusan Logistik Divisi Regional Provinsi Kalimantan Selatan dilakukan dalam rangka menginventasisasi masalah terkait dengan penyusunan RUU Kedaulatan Pangan.

Komite II mendapatkan masukan dari Bulog Banjarmasin bahwa permasalahan saat ini bukan pada stok pangan, tetapi lebih ke soal pergudangan penyimpanan. Sayang Kadek tak menjelaskan berapa luas gudang yang dibutuhkan Bulog Divre Provinsi Kalsel saat ini.

Selain soal minimnya gudang masalah pendistribusian stok pangan juga dikeluhkan pihak Bulog agar tidak rusak karena terlalu lama disimpan di gudang.

“Masukan-masukan seperti ini sangat kami harapkan, kami melihat daftar permasalahan ini bisa menjadi rujukan bagi kami dalam menyusun RUU. Kami juga melihat bahwa kesulitan Bulog tidak hanya menyimpan tapi mendistribusikanpun menjadi masalah juga,” tegas kadek Arimbawa.

Kepala Divisi Regional Bulog Banjarmasin Dedi Supriyadi mengamini hal tersebut. Dedi menyatakan bahwa target penyaluran stok pangan harus berbanding dengan ketersediaan stok.

Bagaimanapun kata Dedi, merawat dan menyimpan stok itu tidak mudah, contohnya beras tidak boleh terlalu lama tersimpan di gudang agar kualitsnya tetap terjaga. “Ya kalau terlalu lama di gudang karena keandala distribusi, tentu barangnya akan rusak,” katanya

Sementara itu Senator Kalimantan Selatan Habib Abdurrahman Bahasyim berpendapat bahwa sistem pengawasan internal Bulog harus diperkuat agar untuk meningkatkan eksistensi dan kewenangan nya dalam mewujudkan kedaulatan pangan. (emf)