Universal Health Coverage JKN Kab. Boven Digoel, Papua, Capai 100%

Senin, 9 Apr 2018

BOVEN DIGOEL (Pos Sore) — Kabupaten Boven Digoel, Papua, memastikan seluruh warganya sudah ikut dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kabupaten ini telah mengintegrasikan seluruh masyarakatnya ke dalam Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Berdasarkan data BPJS Kesehatan Kantor Kab. Boven Digoel, seluruh penduduk Boven Digoel yang berjumlah 72.027 jiwa itu sudah menjadi peserta aktif BPJS Kesehatan. Bahkan angkanya melebihi jumlah penduduk, yaitu mencapai 76.246 jiwa peserta (105,85%).

Dengan begitu, Kabupaten yang dipimpin pasangan Bupati Benediktus Tambonop dan Wakil Bupati Chairul Anwar ini menandakan sudah melaksanakan Universal Health Coverage (UHC) program JKN-KIS.

Di Papua Selatan, Kabupaten Boven Digoel menjadi kabupaten kedua setelah Kabupaten Merauke yang pencapaian UHC 100%. Dua kabupaten lagi, Asmat dan Mappi, pencapaian UHC masih 0%.

Universal Health Coverage berarti sistem penjaminan kesehatan yang memastikan semua penduduk atau paling sedikit 95% dari seluruh penduduk telah terdaftar sebagai Peserta Program JKN-KIS.

“Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik buat warga Boven Digoel. Ini sesuai dengan komitmen Pemda Boven Digoel dalam pelaksanaan program JKN-KIS di Papua Bagian Selatan,” ujar Benediktus Tambonop, seorang alumnus IPDN Jatinangor ini.

Begitu disampaikan Bupati saat menerima kunjungan Tim Monitoring Program Jaminan Sosial DJSN — DR. Taufik Hidayat, M.Ec, Subiyanto, SH, dr. Asih Eka Putri, MPPM, dr. Zainal Abidin, MH, dan Rudy Prayitno, SE, di kantornya, Rabu (4/4). Dalam kunjungan ini, pihak BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan setempat turut hadir.

Dikatakan, keberadaan BPJS Kesehatan di Kabupaten Boven Digoel ini sungguh sangat membantu. Meski ia menyadari masih kekurangan dokter di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Secara rasio, jumlah dokter dan perawat, sudah mencukupi. Namun, karena luasnya wilayah, masih ada penduduk di suatu tempat belum mendapat akses yang baik ke fasilitas kesehatan tingkat pertama.

“Walau terdapat puskesmas di 20 distrik, namun akses transportasi yang masih sulit menjangkau puskesmas menjadi kendala. Lamanya waktu untuk mencapai puskesmas bervariatif. Jika di pelosok, dengan menggunakan kapal bisa mencapai satu hari. Jika berjalan kaki, bisa dua atau tiga hari,” tutur Benediktus lagi.

Bupati mengatakan jumlah penduduk sangat sedikit, namun luas wilayah cukup luas. Di wilayah Kabupaten Boven Digoel sendiri ada 20 kecamatan/distrik dengan kondisi geografis yang agak sulit terjangkau.

“Penempatan dokter atau guru di tiap distrik belum tentu bisa karena kondisi tidak memungkinkan. Disuruh memikirkan masa depan orang tapi dia sendiri sulit untuk memikirkan dirinya dan keluarganya. Kondisi geografis secara mental pasti terganggu. Semoga ada jiwa-jiwa terpanggil untuk mengabdikan dirinya di sini,” katanya.

Untuk memastikan kesehatan warganya, pihaknya kerap melakukan ‘turkam’ atau turun ke kampung. Karena di sini masih banyak warga yang belum tahu akses kesehatan dijamin. Dengan ‘turkam’ pihaknya turut menyosialisasikan pentingnya menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Kabupaten Boven Digoel sendiri berada di pedalaman Papua yang dapat diakses oleh transportasi udara dan darat dengan jarak sekitar 500 Km dari Kabupaten Merauke. Meski jauh dari perkotaan tidak mengurangi usaha pegawai BPJS Kesehatan untuk memberikan pemahaman dan mengedukasi Pemda dan masyarakat agar mendaftarkan diri menjadi peserta JKN-KIS.

“Kami selalu menyosialisasikan program JKN-KIS ini kepada masyarakat sehingga masyarakat paham akan pentingnya program ini,” kata dr. Anurman Huda, Deputi Direksi Wilayah Papua dan Papua Barat.

BPJS Kesehatan juga terus melakukan perluasan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) di seluruh Kabupaten Boven Digoel. Saat ini terdapat 20 FKTP yang telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan di Kab. Boven Digoel dengan rincian 22 Puskesmas, 1 Dokter Umum, dan 1 Klinik. Sedangkan untuk fasilitas kesehatan tingkat lanjutan yang bekerjasama yaitu RSUD Boven Digoel.

“Upaya ini dilakukan agar perluasan fasilitas kesehatan di pedalaman makin optimal sehingga peserta JKN – KIS dapat terlayani dengan baik tanpa harus pergi ke kota,” ucapnya. (tety)