Iklan dan Pencitraan Ancam Independensi Wartawan

Kamis, 12 Apr 2018

JAKARTA (Pos Sore) — Bagi perusahaan media massa saat ini, selain menjual isi berita, iklan juga menjadi penompang terbesar bagi biaya operasional. Tapi apa jadinya jika iklan mengesampingkan independensi dan profesionalitas jurnalis?

“Akibat perubahan peran dalam bertugas menjadikan wartawan sebagai pemburu iklan,” kata Dosen Peneliti Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Metha Madonna, S.Sos, M.I.Kom yang mengikuti kegiatan International Conference on Media and Communication Studies (ICOMACS), di Bandung, pada 4-5 April 2018.

Saat mempresentasikan makalah berjudul ‘Independence of Jurnalist in Facing Advertisers Sources (Case Study: Commodification of Workers in TOP Newspaper), Metha Madonna menuturkan, peran dan fungsi wartawan kian bertambah dengan tugas barunya sebagai pencari iklan, bernegosiasi atau minimal menjembatani pihak marketing dengan pemasang iklan.

“Fenomena terjadinya komodifikasi pekerja pers tersebut tak terhindarkan, mengingat posisi jurnalis yang strategis berhubungan dengan narasumber, instansi atau lembaga yang potensial memasang iklan. Bahkan ada yang memang mengandalkan kemampuan wartawannya dalam mendapatkan iklan dan itu menjadi pertimbangan diapresiasi atau dimutasi,” terangnya.

Permasalahan serius bukan cuma dana pemasukan dari iklan yang dicari media dan jurnalis, tapi juga dana hibah yang berasal dari pembuatan berita pencitraan (titipan) dari narasumber.

“Tentu sulit mengharapkan pers yang independen dan profesional jika melihat adanya media yang menggantungkan perusahaannya pada dana iklan, advertorial atau hibah dari pihak-pihak terkait,”jelas mantan wartawan satu harian nasional di Jakarta, ini.

Karena itu, menurut Metha Madonna, ada baiknya pihak perusahaan media lebih mengedepankan independensi dan profesionalitas wartawan. Yaitu dengan cara di antaranya bagian redaksi jangan dicampuradukan dengan bagian perusahaan, dalam hal ini mencari iklan.

“Selain itu, lebih memperhatikan kesejahteraan wartawannya, sehingga terhindar dari hal-hal yang dapat meragukan kredibilitas perusahaan media tersebut,” ujarnya. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015