Lakukan Penangkapan Ikan Ilegal, KKP Tangkap 2 KIA Berbendera Filipina

Kamis, 12 Apr 2018

JAKARTA (Pos Sore) — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menangkap Kapal Perikanan Asing (KIA) yang melakukan penangkapan ikan secara ilegal (Illegal fishing) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP-RI).

Setelah Kapal Pengawas Perikanan (KP) Hiu 011 menangkap 3 KIA berbendera Vietnam pada pertengahan Maret 2018 di Perairan Natuna Kepulauan Riau, kali ini KP. Hiu Macan Tutul 001 berhasil menangkap 2 KIA berbendera Filipina yang juga tertangkap tangan melakukan illegal fishing di WPP-RI Laut Sulawesi pada tanggal 7 April 2018. 

Demikian ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Nilanto Perbowo, dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Rabu (11/4).

Nilantor Perbowo menyampaikan kedua kapal yang ditangkap, FB. LB. John V (16,47 GT, 3 ABK WN Filipina), dan FB. LB. Luke V (15,06 GT, 2 ABK WN Filipina). Saat dilakukan pemeriksaan oleh KP. Hiu Macan Tutul 001, kedua kapal tidak memiliki satupun dokumen perijinan untuk melakukan kegiatan penangkapan ikan dari Pemerintah RI, sehingga kedua kapal selanjutnya di kawal dan diserahkan kepada Pangkalan PSDKP Bitung pada 9 April 2018.

Kapal-kapal tersebut diduga melakukan pelanggaran di bidang perikanan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp. 20 milyar.

Keberhasilan penangkapan 2 kapal tersebut juga didukung adanya pengawasan melalui udara (air surveillance) yang dilakukan Direktorat Jenderal PSDKP pada 6 April 2018 dengan wilayah pengawasan disekitar perbatasan RI-Filipina, dan terpantau adanya 2 unit lightboat berbendera Filipina dan 1 pumpboat sedang beroperasi di WPP-RI Perairan Laut Sulawesi (sekitar 6 Mil laut dari perbatasan RI-Filipina dan masuk ke WPP-RI). 

Atas dasar informasi tersebut, KP. Hiu Macan Tutul 001 melalukan pencegatan (intercept) dan berhasil menangkap 2 lightboat, sedangkan 1 unit pumpboat berhasil melarikan diri ke ZEE Filipina. (tety)