Setelah 4o Tahun Dilarang

Warga Saudi Kini Boleh Nonton Bioskop

Sabtu, 21 Apr 2018
Ramairamai nonton bioskop

POS SORE — Puluhan keluarga Saudi berbondong-bondong ke bioskop pada Jumat (20/4) kemarin untuk pertama kali dalam hampir 40 tahun setelah pencabutan larangan bentuk hiburan itu, yang dianggap merusak dan tidak Islami.

Tiket untuk film pahlawan rekaan Amerika Serikat “Black Panther” mulai dijual secara berjaringan pada tengah malam seharga 75 riyal (200 ribu rupiah) dan terjual habis dalam beberapa menit. Pencinta film bersemangat bergaya untuk foto di pintu masuk lobi dan mengantre untuk berondong jagung.

“Ini seperti peristiwa bersejarah,” kata Mana, penjaga pintu bioskop di Distrik Keuangan Raja Abdullah, wilayah baru berkembang di Riyadh utara.

Bioskop ditutup pada awal 1980-an ketika dianggap tidak sejalan dengan penafsiran ketat akan Islam.

Mereka sekarang kembali lewat dorongan Putra Mahkota Mohammad bin Salman untuk membuka negara itu secara budaya dan memberagamkan perekonomiannya. Dia telah mengurangi pembatasan sosial lainnya, termasuk pada konser publik, mengemudi pada wanita dan duduk campur gender.

Sebelum film utama ditayangkan, penonton menyaksikan klip singkat tentang sejarah film, klip dari wawancara televisi Amerika Serikat dengan Pangeran Mohammad, dan iklan Coca-Cola yang menampilkan wanita mengemudi.

“Ini adalah kisah seorang pangeran muda yang mengubah bangsa besar,” ujar Adam Aron, kepala eksekutif dari pengelola teater “AMC Entertainment Holding” pada pemutaran bagi penonton VIP, Rabu. “Itu mungkin terdengar asing bagi sebagian dari Anda,” tambahnya.

Dua adegan ciuman tampak telah dipotong dari pemutaran film “Black Panther”.

Sementara banyak orang Saudi bersukacita pada berakhirnya larangan bioskop, beberapa orang meminta masyarakat menghindari film, dengan mengatakan bahwa hal tersebut tetap haram, atau terlarang.

“Jika Allah melarangnya, dan penguasa mengijinkannya, siapa yang AKAN Anda ikuti? Ingatlah bahwa hukuman di akhirat lebih kejam serta permanen dan bahwa dunia ini hanyalah tidak kekal dan sementara,” demikian komentar yang khas seperti dibawa pada Twitter. (reuter/ant/emf)