Gubernur NTB: Institut STIAMI Berhasil Tanamkan Nilai Kebaikan dan Akhlak Mulia

Jumat, 27 Apr 2018

JAKARTA (Pos Sore) — Gubernur Nusa Tenggara Barat, Tuan Guru Bajang (TGB) KH. Dr. Zainul Majdi, Lc. MA memberikan orasi ilmiah di hadapan 803 wisudawan Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI, Kamis (26/4), di Balai Samudera, Jakarta Utara. Sebanyak 27 wisudawan Program Vokasi, 479 wisudawan Program Sarjana dan 297 wisudawan Program Pascasarjana, serius menyimak apa yang disampaikan sang gubernur.

Kegiatan wisuda ini dihadiri Rektor Institut STIAMI, Dr. Ir. Panji Hendrarso, MM, Dewan Pembina Yayasan Illomata Prof Dr Safri Nurmantu, Ketua Yayasan Ilomata Drs Djaka Permana, Ph.D dan Sekretaris Pengurus Yayasan Ilomata Drs. Amrullah Satoto, S. AB serta Sekretaris Pelaksana Kopertis Wilayah III DKI Jakarta Putut Pujogiri, SH.

Dalam orasinya, TGB. KH. Dr. Zainal Majdi, mengingatkan pentingnya peran generasi muda dalam pembangunan bangsa. Sebagai bagian dari generasi muda, para wisudawan diharapkan bisa berkolaborasi untuk membawa Indonesia menjadi jauh lebih baik di masa depan.

“Masyarakat seringkali memberikan stigma buruk terhadap anak-anak muda. Dianggap sebagai sumber masalah dan suka hura-hura. Padahal kepeloporan pada hal-hal yang krusial justeru banyak dilakukan oleh anak-anak muda. Misalnya saat Bung Karno mengumumkan kemerdekaan Indonesia, anak-anak mudalah yang mendesak Bung Karno,” kata TGB.

Menurut TGB, Gerakan Revolusi Mental yang saat ini digencarkan pemerintah sesungguhnya mewakili keresahan masyarakat. Tetapi jika gerakan tersebut hanya sebagai wacana dan tidak masuk dalam sistem pendidikan, maka Gerakan Revolusi Mental tidak akan ada gunanya.

TGB mengatakan STIAMI sebagai salah satu pérguruan tinggi yang mengalami kemajuan pesat telah mampu mengejawantahkan visi dan misinya dengan baik. Tidak sekedar sebagai perguruan tinggi yang hanya mengajarkan kemampuan kognitif, tetapi juga menjadi perguruan tinggi yang berhasil menanamkan nilai-nilai kebaikan dan mengajarkan akhlak mulia.

“Banyak perguruan tinggi yang hanya berupaya bagaimana mahasiswa paham konsep keilmuan, tetapi mereka tidak banyak menyentuh pendidikan ahlak yang baik. Nah, Institut STIAMI melakukan dua-duanya, mencoba memberikan pemahaman konsep keilmuan disisi lain juga terus berupaya menginternalisasi nilai-nilai kebaikan,” tandas TGB.

Sementara itu, dalam sambutannya, Rektor Institut STIAMI Dr. Ir. Panji Hendrarso mengatakan, kepercayaan masyarakat terhadap Institut STIAMI terus meningkat. Terbukti pada 2017/2018 jumlah mahasiswa baru yang masuk ke Institut STIAMI tercatat 3.078 mahasiswa.

“Insyaallah kami akan terus memberikan yang terbaik atas kepercayaan tersebut, sesuai misi dan visi kami untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul berdaya saing dan berahlak mulia,” tutur Rektor.

Berdaya saing, katanya, kemampuan untuk menghasilkan lulusan yang dapat berkompetisi dan bersdaptasi dalam persaingan global sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas hidup.

Dikatakan, era revolusi industri 4.0 yang sudah di depan mata, memastikan teknologi informasi telah menjadi basis dalam kehidupan manusia. Segala hal menjadi tanpa batas dengan penggunaan daya komputasi dan data yang tidak terbatas karena dipengaruhi oleh perkembangan internet dan teknologi digital yang masif.

“Era ini akan mendisrupsi berbagai aktivitas manusia termasuk di dalamnya bidang ilmu pengetahuan dan teknologi,” lanjut Rektor.

Kemenristekdikti diakui telah memberikan pedoman bagi pendidikan tinggi untuk menghadapi era digital dan revolusi meliputi kebijakan tentang pembelajaran dan kemahasiswaan, kelembagaan iptek dan dikti, sumberdaya iptek dan dikti, riset dan pengembangan serta kebijakan penguatan inovasi.

Sejalan dengan kebijakan pemerintah tersebut, lanjut Rektor, Institut STIAMI telah mencanangkan 10 kebijakan strategis pada tahun akademik 2017-2018 yang arah pengembangannya diharapkan menjadi jawaban atas tantangan era revolusi industri 4.0.

Di antaranya adalah pencapaian akreditasi program studi dan institusi, peningkatan pembelajaran berbasis ICT, peningkatan kualiatas penelitian dan pengabdian pada masyarakat, peningkatan sarana dan prasarana kampus, pembentukan ahlak mahasiswa, peningkatan kualitas dosen, dan lainnya. (tety)