Pameran Bisnis Mahasiswa Jaman Now

SBM ITB Siap Cetak Calon Pengusaha Handal

Minggu, 29 Apr 2018

POS SORE — Dosen Program Studi Kewirausahaan SBM ITB, Wawan Dhewanto, PhD mengungkapkan pihaknya siap mencetak calon-calon pengusaha baru yang tangguh dan bisa dianlkan. Hal ini, katanya ditandai dengan dilaksanakannya pameran tahunan kewirausahaan yang bertajuk UPREAL STATE yang berlangsung mulai Sabtu-Minggu 28-29 April 2018.

Acara yang dilaksanakan di Click Square, Jalan Naripan Bandung antara dari jam 10.00 – 21.00 itu kata Wawan sebagai salah satu rangkaian pembelajaran dalam program studi Kewirausahaan.

Wawan Dhewanto, berharap pameran bisnis ini bisa memperkenalkan inovasi bisnis para mahasiswa kepada masyarakat dan mampu menghasilkan keuntungan dan manfaat bagi para pengusaha muda.

Secara terpisah, ketua pameran Azmi Firmansyah, menjelaskan, konsep yang diusung pada pameran kali ini adalah department store di mana dekorasi dan suasana tempat pameran dibuat serupa dengan toko-toko department store.

Acara yang digelar kali keempat ini diikuti 35 start-up yang dikelola oleh mahasiswa SBM ITB jurusan kewirausahaan. Produk-produk mereka terbagi atas 3 industri yaitu food and beverages, fashion dan creative and services.

Pada industri creative and services, terdapat 5 brand. Brand-brand tersebut adalah Tjipta Cerita yang menyediakan jasa branding dan juga production house, lalu ada Tresnut yang bergerak di bidang branding dan interior design, ada juga Cremotion yang berjalan di bidang branding dan juga website activation.

Ada pula Moko Discover yang bergerak di bidang music agency dan terakhir Manta Delight yang bergerak di bidang graphic design. Semenara untuk industri food & beverages ada 10 brand yang menjual bermacam-macam jenis makanan dan minuman. Dimulai dengan Communal yang menyediakan berbagai macam kopi.

Ada juga Santuy, yang menyediakan sate yang disajikan dengan kuah gulai. Ada pula makanan khas Indonesia yaitu Ayam Geprek Kuah Tongseng yang menyajikan ayam geprek yang dipadukan dengan kuah tongseng. Tersedia pula Yama, yang merupakan inovasi bola ubi dengan varian rasa, dan Barade serta Hatachi yang menyajikan keripik.

Selain makanan khas Indonesia, ada pula makanan yang bertema internasional seperti Chef Works yang menyajikan cheese hotdog, Papa Bear yang menyajikan sandwich, juga Planeatery yang menyajikan makanan-makanan internasional lainnya. Selain makanan, ada pula Teahundreds yang menyajikan minuman berupa Thai Tea dan juga Green Tea.

Untuk fashion tenant, ada clothing brand BARA The Label yang mengusung style kontemporer dan bold look dengan ciri khas nama brand lettering serta bordir. Ada pula Kaloka serta Lookout yang menggunakan kain-kain tradisional Indonesia.
Ada pula Navuella yang mengusung tema 90s, RAVA dan Saforcloth dengan jaket, dan SADE dengan manik-manik sebagai aksennya. Selain itu, ada pula fashion muslimah yaitu Nadyasoenarko, Amberlyn, Einsqueen, Svan, dan Pun10. Ada juga Avant Grande yang menjual over sized jeans dan Sukku dengan jeans sashiko.

Selain clothing brand, ada pula tas yaitu Etbags, sepatu dengan merek Edmond, dan aksesoris anting dengan mereke Soigne. Selain fashion, ada pula beauty and health yaitu Naturalé yang menjual kosmetik berbahan dasar natural serta Daisy Organic yang menjual skincare juga dengan bahan dasar natural. (emf)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015