Inovasi ICT Kesehatan Puskesmas Kec Limo Depok Raih IndoHCF Innovation Awards 2018

Senin, 30 Apr 2018

JAKARTA (Pos Sore) — Sistem Informasi Pemetaan Profil Lingkungan dari Puskesmas Kecamatan Limo, Depok, Jawa Barat, karya dr. Titin Hardiana, menjadi pemenang kategori inovasi ICT Kesehatan di ajang IndoHCF Innovation Awards 2018.

Dokter Titin Hardiana menjelaskan, ICT Kesehatan ini dikembangkan sejak tahun 2017 di wilayah pelayanan Puskesmas kecamatan Limo, dan kini telah masuk menjadi proyek wajib di setiap puskesmas Kota Depok.

Pemetaan profil Kesehatan Lingkungan UPT Puskesmas Kecamatan Limo adalah sistem informasi berbasis Web dan Android yang menggunakan basis data GIS untuk input data sekaligus memetakan data profil kesehatan lingkungan di seluruh wilayah Kecamatan Limo Kota Depok Jawa Barat.

“Jadi semua agen kesehatan kita di Puskesmas Limo dan juga di masyarakat akan terus menginput semua kejadian terkait kesehatan dan kondisi lingkungan melalui aplikasi android, sehingga bisa dilakukan tindakan bila ada hal-hal yang perlu perbaikan,” kata dr. Titin Hardiana.

Kepala UPT Puskesmas Kecamatan Limo ini menambahkan, pihaknya juga mengembangkan inovasi baru berupa aplikasi pengingat bagi pengidap Tuberkulosis (TB). Terobosan tersebut dirancang setelah puskesmas tersebut sukses menciptakan inovasi Sistem Informasi Pemetaan Profil Kesehatan Lingkungan (SIPP KLING) serta Sistem Informasi Posyandu (Sindu).

“Kita ingin memantau penderita TB agar selalu tepat waktu meminum obat. Jadi ada reminder kepada pasien sehingga penyakit ini berkurang dan tidak menular kepada yang lainnya,” ucap dr. Titin Hardiana.

Dia menambahkan, aplikasi ini akan segera dirancang. Pasien hanya perlu mengunduh di playstore secara gratis. Pasien pun akan terus diingatkan serta diedukasi melalui aplikasi tersebut.

Si Ali Jadul
Inovasi ICT Kesehatan yang juga masuk nominasi menarik adalah aplikasi Si Ali Jadul. Inovasi ICT yang diterapkan di RSUD Budhi Asih, Jakarta Timur, berupa sistem pendaftaran online terjadual waktu layanan yang didedikasikan untuk masyarakat pengguna layanan RSUD Budhi Asih agar tidak lagi mengantri sejak subuh dan berdesak-desakan.

“Dengan pendaftaran online, masyarakat tidak perlu antri sampai ke jalan dan terjerat calo pendaftaran. Dan kamipun dapat mengatur waktu dan hari layanan,” ungkap Arbi Iskandar, staf IT RSUD Budhi Asih.

Keuntungan lain dari inovasi  ICT Si Ali Jadul adalah tenaga rumah sakit lebih tenang, tidak stres menghadapi banyaknya pasien, hingga difitnah menolak pasien. Dengan inovasi ini, pegawai di RSUD dapat mempersiapkan dokumen rekam medik lebih awal sehingga dapat menghemat biaya dan SDM.

Untuk masyarakat rumah sakit, keuntungannya dalam era JKN, bisa saling share pasien dan jaga mutu layanan dengan menetapkan kuota optimal layanan. “Dengan penyelenggaraan award ini menjadi wadah untuk menciptakan inovasi tentang peningkatan layanan kesehatan sesuai dengan perkembangan era saat ini,” ungkap Arbi Iskandar. (tety)