PT Penjaminan Jamkrindo Syariah dengan PT Bank Sumut Tandatangani Kerjasama

Rabu, 2 Mei 2018

JAKARTA (Pos Sore) — PT Penjaminan Jamkrindo Syariah dengan PT Bank SUMUT – Unit Usaha Syariah menandatangani kerjasama Induk dan Turunan, di kantor Jamkrindo Syariah, Rabu (2/5).

Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Gatot Suprabowo selaku Plt Direktur Utama PT Penjaminan Jamkrindo Syariah, sedangkan Bank Sumut – Unit Usaha Syariah diwakilkan oleh Edie
Rizliyanto selaku Direktur Utama.

Dalam kesempatan itu, hadir pula Rizal Pahlevi (Komisaris Utama Bank Sumut), Hendra Arbie (Komisaris Bank Sumut), Tengku Mahmud Jeffry (Direktur Bisnis dan Syariah Bank Sumut), Bakti Prasetyo (Komisaris Utama Jamkrindo Syariah), Achmad Sonhadji (Direktur Operasional Jamkrindo Syariah), serta beberapa pemimpin divisi dan staf dari kedua belah pihak.

Gatot Suprabowo menjelaskan, kerjasama ini mengenai Penjaminan Multiguna, Penjaminan Bank Garansi (Kontra Bank Garansi), Penjaminan Konstruksi dan Pengadaan Barang/Jasa, Penjaminan Modal Kerja dan Investasi.

“Penandatanganan ini merupakan perpanjangan kerjasama yang sebelumnya ditandatangani pada 2015 dan berakhir pada 2018. Kinerja selama 3 (tiga) tahun tersebut telah mencapai volume penjaminan sebanyak 825 Miliar rupiah dengan Imbal Jasa Kafalah (IJK) sebesar 15 Miliar rupiah,” terangnya.

Penjaminan Multiguna adalah penjaminan atas pembiayaan yang diberikan dengan tujuan untuk memenuhi berbagai keperluan terjamim (Makfuul ‘Anhu) yang diberikan oleh penerima jaminan (Makfuul Lahu) kepada terjamin, baik secara langsung maupun melalui perusahaan/lembaga pemerintah (kementerian/non kementerian/koperasi karyawan (kopkar)/koperasi pegawai (kopeg).

Cara pembayarannya dilakukan dengan pemotongan penghasilan oleh bendaharawan (pejabat yang berwenang) atau disetorkan langsung oleh terjamin kepada penerima jaminan sesuai dengan akad pembiayaan yang ada pada penerima jaminan.

Penjaminan Bank Garansi (Kontra Bank Garansi) adalah penjaminan atas pemberian janji secara tertulis dari penerima jaminan kepada obligee untuk jangka waktu tertentu, jumlah tertentu
dan keperluan tertentu bahwa penerima jaminan akan membayar kewajiban principal bila yang bersangkutan wanprestasi.

Penjaminan Modal Kerja dan Investasi adalah penjaminan atas penyediaan dana oleh Bank untuk memenuhi kebutuhan modal kerja yang berdasarkan prinsip akad Musyarakah, Mudharabah, Murabahah, Istishna dan Salam, serta penjaminan atas pembiayaan yang diberikan oleh Bank untuk mendanai kebutuhan pembelian atau
pengadaan barang investasi dalam rangka rehabilitasi, modernisasi, pelunasan atau peningkatan kapasitas usaha
yang berdasarkan prinsip akad murabahah atau musyarakah.

Pada penjaminan tersebut, terjamin (debitur yang dijamin) adalah Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Besar, serta terjamin perorangan.

Manfaat kerjasama tersebut bagi Bank Sumut – Unit Usaha Syariah (UUS) selaku penerima jaminan adalah akan menambah jumlah customer based karena calon debitur yang memiliki collateral yang tidak bankable kemudian menjadi bankable.

Itu berarti, Bank bisa melakukan ekspansi bisnisnya sehingga penyaluran pembiayaan bisa meningkat tanpa menghilangkan aspek kehati-hatian (prudential).

Denganpembiayaan yang dijamin oleh penjamin, maka perhitungan risiko dalam menghitung ATMR (Aktiva Tertimbang Menurut Risiko) pada satu bank menjadi lebih kecil bobot risikonya.

Itu berarti CAR akan meningkat karena CAR diperoleh dari perbandingan antara modal dengan ATMR. Dengan modal yang tetap namun ATMR menurun maka CAR menjadi lebih besar sehingga kapasitas lending bank menjadi lebih besar.

Sementara itu, manfaat untuk terjamin (debitur yang dijamin) adalah bila tanpa penjaminan belum tentu mendapatkan pembiayaan dari Bank karena persyaratan yang tidak bankable. Dengan adanya penjaminan persyaratan yang tidak bankable tadi menjadi bankable selanjutnya terjamin akan menerima pembiayaan dari Bank yang dapat digunakan untuk mengembangkan bisnisnya.

Apabila terjadi default maka kewajiban terjamin akan berhenti kemudian penjamin akan mengcover beberapa kali angsuran dari terjamin kepada Bank.

Manfaat untuk Jamkrindo Syariah sendiri selaku penjamin adalah menerima imbal jasa berupa fee yang akan dibukukan sebagai pendapatan perusahaan penjamin.

“Kerjasama ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian target bisnis Jamkrindo Syariah
dan Bank Sumut, khususnya Unit Usaha Syariah. Adapun target penjaminan PT Jamkrindo Syariah pada 2018 adalah sebesar Rp 13,8 triliun dengan target laba Rp 18,9 miliar,” tutupnya. (tety)