Salah Seorang Pendungung Rahmat Effendi Dikeluarkan

Debat Tahap Dua Pilkada Kota Bekasi Ricuh

Kamis, 3 Mei 2018
Suasana debat diwarnai kericuhan oleh salah satu pendukung

JAKARTA (Pos Sore) — Debat calon walikota Bekasi tahap dua berlangsung seru. Hanya sayangnya keseruan itu tercoreng lantaran pendukung pasangan incumbent Rahmat Effendi-Tri Adhianto sempat membuat gaduh ruangan. Mereka sempat terpancing emosi dan berteriak-teriak sambil berusaha maju ke podioum.

Karena membuat kegaduhan, akhirnya panitia debat mengeluarkan salah satu pendukung Rahmat Effendi dari ruangan. Namun hal ini tak menyurutkan tim pendukung pasangan nomor satu tersebut membuat kegaduhan.

Menurut pantauan POS SORE awalnya debat yang berlangsung di Hotel Santikan Harapan Indah Kota Bekasi ini berlangsung lancar. Meskipun acara berlangsung panas namun tetap terkontrol. Sementara Rahmat Effendi dalam setiap paparannya bernada tinggi, namun Nur Supriyanto tetap santun.

Tensi semakin tak terkendali saat Nur Supriyanto bertanya soal proyek Bus Transpatriot yang mangkrak. Bukan itu saja, Nur juga mendorong Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar turut memeriksa pengadaan bus Trans Patriot yang molor beroperasi ini.

“Ini harusnya BPK dan KPK melihatnya. Ada satu anggaran yang sudah dipakai belanja, tapi tidak digunakan,” kata Nur.

Rahmat Effendi tidak menjawab dengan baik persoalan ini. Ia justru berkelit bahwa proyek Bus Transpatriot yang mangkrak karena kinerja anak buahnya.

Merasa mendapat celah, Nur Supriyanto langsung menanggapi dengan jurus memancing. Dia mengatakan, seharusnya pemimpin tidak menjawab seperti itu.

“Saya pikir Pak Rahmat tidak akan ngomong seperti itu. Sebagai pemimpin seharusnya bisa bertanggung jawab atas kesalahan dan masalah yang terjadi,” katanya.

Mendengar hal itu, Rahmat Effendi emosional karena merasa dipojokan, “Wah ini sudah menyerang pribadi,” katanya.

“Ini bukan menyerang pribadi tapi ini masalah kepemimpinan. Kalau saya, akan bertanggung jawab dan tuntaskan persoalan,” kata Nur Supriyanto.

Mendengar hal itu, pendukung Rahmat Effendi langsung berdiri dan menuju panggung Debat Publik. Pemuda berusia 30 tahunan itu merespon ucapan Rahmat dengan berteriak sambil menunjuk Nur di atas panggung menggunakan tangan kanannya.

Suasana mendadak ricuh, sehingga petugas keamanan dan kepolisian setempat bergegas meredam amarahnya. Meski sudah dihalau petugas, pemuda ini masih berupaya maju menuju panggung.

Untungnya petugas sigap, setelah mendengar teriakan Rahma Sarita, presenter Jak TV yang menjadi moderator di debat kedua. “Sekuriti-sekuriti keluarkan mereka yang rusuh,” tegas Rahma Sarita, Kamis (3/5). Acara pun sempat disekorsing sementara waktu.

Melihat hal itu panitia dan KPU meminta pendukung tenang dan akan mengeluarkan para pendukung Rahmat Effendi jika tidak tenang.

Hampir dua menit kerusuhan terjadi. Setelah suasana tenangsesi terakhir debat kedua pun dilanjutkan. (emf)