Akan Disalurkan Langsung ke Instansi Pemerintah

Bulog Mulai Atur Strategi Berantas Mafia Beras

Rabu, 9 Mei 2018
Budi Waseso, Dirut Perum Bulog

JAKARTA (Pos Sore) — Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso mengaku telah memetakan pengganggu rantai pasok beras yang dikenal dengan mafia beras. Ia optimistis ke depan bisa menjamin ketersediaan, harga, dan kualitas beras dan seluruh produk pangan utama lainnya.

“Saya sudah memetakan (mafia beras) itu karena saya dilatarbelakangi oleh (pengalaman) sebagai polisi atau mantan penyidik,” kata Budi Waseso saat menghadiri produk kopi kemasan miliknya ‘Kopi Jendral’ di Jakarta, Selasa (8/5) malam.

Dikatakan, pihaknya juga telah menyusun strategi dan berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Pangan, aparat kepolisian, dan Kementerian/Lembaga terkait untuk membantu menertibkan mafia beras.

“Yakin dan percaya bahwa jaringan itu sudah saya ketahui dan saya akan lakukan langkah-langkah meskipun tidak secara langsung, karena sudah tidak memiliki kewenangan,” tegasnya.

Buwas mengingatkan, beras merupakan komoditas penting yang terkait lansung dengan perut masyarakat, sehingga jangan sampai ada pihak yang mempermainkan harganya.

“Kalau seandainya tidak ada yang menghambat peredaran beras sebenarnya tidak mungkin ada krisis beras,” tegas Buwas.

Menurut mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) ini beberapa strategi yang juga akan dilakukan adalah menjamin ketersediaan beras dengan harga terjangkau di masyarakat. Salah satunya, dengan menyalurkan beras Bulog langsung ke kantor pemerintah atau aparat keamanan.

“Saya akan turunkan beras di kantor pemerintah di antaranya Polsek, Koramil, Kodim, Polres, kantor lurah, kantor camat, semuanya akan saya turunkan beras kemasan dengan harga yang sudah dipatok,” kata dia.

Ia juga menginginkan beras Bulog tak lagi dalam bentuk curah tetapi dalam bentuk kemasan lima hingga sepuluh kilogram. Pengontrolannya dilakukan dengan sistem barcod sehingga penyalurannya bisa langsung dimonitor.

Buwan juga ingin menyalurkan beras dengan kemasan kecil ukuran 200 gram atau beras renceng yang harganya murah namun terjamin kualitasnya. “(Beras renceng) nanti akan ada di warung-warung kecil, warung rokok,” katanya.

Namun katanya, realisasi kebijakan tersebut harus menunggu koordinasi dengan K/L terkait. Buwas meyakini pemerintah juga menginginkan masyarakat bisa mendapatkan beras berkualitas baik dengan harga murah. (emf)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015