Penyembelihan Dinilai Belum Penuhi SNI

Kementan Hentikan Impor Daging Ayam Brazil

Rabu, 9 Mei 2018
Indonesia hentikan impor daging ayam dari Brazil

JAKARTA (Pos Sore) — Pemerintah menegaskan tidak akan mengimpor daging ayam dari Brazil, karena sistem penyembelihan halal unggasnya tak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Larangan impor ini ditekankan setelah keputusan World Trade Organization (WTO) yang menyatakan label halal tidak melanggar Artikel III:4 GATT tahun 1994.

Menurut Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita syarat pemotongan ayam harus dilakukan secara manual satu per satu.

“Semua daging unggas yang akan diedarkan di Indonesia baik yang diproduksi di dalam negeri maupun yang diimpor wajib menaati aturan,” kata Ketut di Jakarta, Selasa (8/5).

Menurut Ketut, apabila negara pengekspor mampu memenuhi persyaratan teknis, pemerintah akan membuka lagi impor daging ayam dan produknya. Dia meminta seluruh pelaku usaha perunggasan nasional berkonsolidasi untuk meningkatkan daya saing produk daging ayam nasional.

Salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing produk lokal adalah larangan penggunaan hormon pertumbuhan. Masyarakat pun diimbau untuk mengonsumsi daging ayam produksi di dalam negeri yang sudah terjamin halal dan sehat.

“Pelaku usaha perunggasan nasional harus dapat meningkatkan efisiensi produksi,” tegas Ketut.

Indonesia sendiri, ktanya telah melarang dan membatasi impor daging ayam dan produk ayam Brazil sejak 2009. Akibat kebijakan ini, Negeri Samba itu mengajukan pembentukan panel ke Dispute Settlement Body (DSB) WTO dengan nomor kasus DS 484 pada 16 Oktober 2014 hingga keluar Putusan Final WTO pada 10 Mei 2017 yang memuat tujuh ketentuan.

Selain persyaratan halal, Indonesia memenangkan persyaratan pengangkutan langsung dan pelarangan umum terhadap impor daging ayam dan produk ayam. Secara total, ada tiga gugatan yang tidak bisa dibuktikan Brazil.

Namun, WTO memenangkan Brazil dalam empat gugatan lain karena dianggap bertentangan dengan aturan perdagangan internasional. Rinciannya adalah daftar produk yang dapat diimpor, persyaratan penggunaan produk impor, dan prosedur perizinan impor, serta penundaan proses persetujuan sertifikat kesehatan veteriner.

Terkait empat gugatan yang dimenangkan Brazil, Ketut mengatakan bahwa kebijakan dan regulasi impor produk hewan bakal disesuaikan. Dia pun akan merevisi Peraturan Menteri Pertanian Nomor 34 Tahun 2016 berdasarkan rekomendasi WTO.

Meski demikian, Kementerian Pertanian tetap mengetatkan persyaratan teknis terkait kesehatan dan keamanan pangan. Salah satunya adalah kehalalan terhadap produk ayam dan daging ayam yang akan masuk ke Indonesia. (bhm/emf)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015