Diet Juga Perlu Cukup Asupan Protein

Jumat, 11 Mei 2018

JAKARTA (Pos Sore) — Saat ini di sejumlah kalangan masyarakat, mulai berkembang program diet tanpa konsumsi produk hewani. Dan, pola ini menjadi gaya hidup yang berkembang tidak hanya di Indonesia, melainkan juga dianut masyarakat di dunia.

Ahli gizi  Emilia E. Achmadi mengingat program diet yang kian tren saat ini sebenarnya tetap membutuhkan asupan protein yang cukup.

“Kita tidak ingin generasi muda saat ini, sejak masa kanak-kanak mengalami kekurangan gizi, termasuk di dalamnya perlu cukup asupan protein,” katanya dalam peluncuran Bakso Bonanza bertemakan ‘Filosofi Bakso’, di Jakarta, Rabu (9/5).

Menurutnya, daging sapi memiliki kandungan yang baik dan penting untuk menjaga metabolisme dalam sel tubuh. Karena ini menjadi salah satu sumber protein dengan komoditas bernilai tinggi (high value commodities).

“Dengan demikian, konsumsi protein hewani secara teratur, akan menjadikan tubuh kita memperoleh asupan pangan nutrisi secara berimbang,” tuturnya.

Ia berpendapat, berbagai persepsi terkait konsumsi daging sapi, kerapkali menjadi faktor yang membatasi konsumsi daging ternak. Persepsi inilah yang kemudian mempengaruhi rendahnya konsumsi daging di Indonesia.

“Misalnya cara pemotongan hewan ternak yang tidak sesuai syariat agama, atau juga penggunaan berbagai produk pengawet seperti borax, pada akhirnya mempengaruhi turunnya minat masyarakat membeli produk daging sapi termasuk olahannya seperti bakso,” lanjutnya.

Salah satu penyebabnya, banyak kekhawatiran terkait isu pencampuran daging sapi dan juga penggunaan bahan pengawet. Karena itu, masyarakat sebagai konsumen harus pintar dalam memilih produk yang dikonsumsi. 

Akhirnya mereka membuat sendiri produk bakso di rumah, atau hanya membeli produk bakso yang sudah mereka pahami proses produksinya, jelas Emilia.

Menurutnya, kebutuhan nutrisi yang berasal dari daging sapi bagi masyarakat Indonesia masih tinggi. Berdasarkan keterangan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito tahun 2017, konsumsi daging sapi Indonesia masih cukup rendah yakni 2, 9 kg/kapita/tahun.

Dayu Ariasintawati, Managing Director PT Great Giant Livestock (GGL), menyatakan, Bonanza Beef Bakso mengandung 84% daging sapi (100% daging sapi, tidak mengandung daging tambahan lain), tanpa menggunakan pengawet, dijamin kualitasnya, dan diproses secara halal dan aman. 

Daging sapi yang digunakan berasal dari peternakan sapi sendiri yang dirawat dengan menerapkan Good Farming Practise yang menjamin kesejahteraan hewan (Animal Welfare), keamanan pangan (Food Safety) dan diproses secara halal dan Good Manufacturing Practice. 

“Kami ingin memberikan konsumen, alternatif bakso makanan yang mudah untuk dimasak sendiri dan disajikan secara segar dari bakso murni daging sapi, tanpa tambahan-tambahan zat pengawet, karena masyarakat Indonesia berhak mendapatkan pilihan makanan yang baik dan berkualitas,” terangnya.

Masuk ke pasaran pada 2018. Pihaknya ingin mengajak kita semua untuk terus meningkatkan kualitas produk dalam negeri. “Tujuan kami mengeluarkan produk bakso, adalah untuk mengembalikan tradisi makan bakso yakni yang dapat dikonsumsi secara sehat dan aman, tanpa harus khawatir dari mana sumber daging sapinya.”

Produk Bonanza tersedia dalam satu kantung ukuran 500 gram, berisi +30 butir bakso dijual dengan harga eceran (ritel) Rp85 ribu/bungkus. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015