Tentang Susu Kental Manis, Kemenkes dan BPOM Beda Pendapat?

Sabtu, 12 Mei 2018
Ilustrasi

JAKARTA (Pos Sore) — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akhirnya buka suara terkait susu kental manis. Melalui akun twitter resminya @Kemenkes_RI, Kemenkes memberikan caption edukasi tentang fakta susu kental manis dan cara yang tepat dalam penggunaannya.

“#Tahukah kamu jika SKM dibuat dengan cara menguapkan sebagian air dari susu segar (50%) dan ditambah dengan gula 45-50%? SKM sendiri mengandung karbohidrat dan gula yang jauh lebih tinggi serta protein yang jauh lebih rendah dari susu bubuk full cream,” cuit @Kemenkes_RI.

Alhasil, dalam waktu singkat, penjelasan Kemenkes ini mencuri perhatian netizen. Dalam kesempatan itu, Kemenkes juga mengedukasi publik bagaimana seharusnya SKM digunakan, yaitu hanya untuk campuran makanan.

Bila anak mengonsumsi dua gelas SKM sehari menurut Kemenkes akan melebihi kebutuhan gula harian yang pembatasannya telah diatur melalui Permenkes No 30 tahun 2013 yang selanjutnya diamandemen dengan Permenkes Nomor 63 Tahun 2015, tentang penetapan batasan- batasan konsumsi gula, natrium dan lemak.

Lebih lanjut, Kemenkes juga menyatakan SKM tidak cocok untuk anak di bawah usia 3 tahun yang masih membutuhkan lemak dan protein tinggi untuk pertumbuhan dan perkembangan. Namun, jika memperhatikan peringatan yang tertera pada kemasan SKM berbagai merek, yang tertulis bahwa SKM tidak dianjurkan untuk anak dibawah 1 tahun.

Selang beberapa hari, BPOM juga memposting materi edukasi tentang susu kental manis melalui akun twitter resminya @BPOM_RI. Dengan mengacu pada Perka BPOM No 21/ 2016 tentang Kategori Pangan, BPOM menjelaskan bahwa susu kental adalah produk susu yang diperoleh dengan cara menghilangkan sebagian air dari susu dengan atau tanpa penambahan bahan pangan lainnya.

Bila mencermati informasi yang disampaikan kedua institusi tersebut, seolah terdapat perbedaan pendapat. Kemenkes jelas mengatakan, susu kental mengandung gula yang tinggi. Sementara BPOM tidak menyinggung sama sekali tentang kadar gula yang terkandung dalam susu kental manis.

Hal lain yang juga terlihat berbeda adalah pendapat batasan umur yang dapat mengonsumsi susu kental manis. BPOM mengatakan, susu kental manis tidak untuk anak berusia di bawah 12 bulan, sementara Kemenkes memberi batasan umur pemberian SKM sebaiknya tidak untuk anak di bawah 3 tahun. Sebab, tingginya kandungan gula dalam susu kental manis dapat mengganggu pencernaan anak, mempengaruhi pola makan dan turut berdampak pada gangguan tumbuh kembang anak.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang sejak polemik susu kental manis ini muncul sudah memberi perhatian, akhirnya mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan gizi anak.

Meskipun SKM jadi campuran terlezat untuk makanan manis, tapi SKM tidak cocok untuk anak di bawah usia 3 tahun yang masih membutuhkan lemak dan protein tinggi untuk pertumbuhan dan perkembangan 😱 #SehatPedia

“Pembuatan susu kental manis dengan cara menguapkan air pada susu segar serta penambahan gula dengan takaran 40-50% juga dijelaskan oleh @Kemenkes_RI.

Terlebih Kemenkes juga telah membuat aturan Permenkes No 30 tahun 2013 lalu diamandemen Permenkes No 53 tahun 2015 mengenai batasan-batasan konsumsi gula, natrium, dan lemak.

Beberapa waktu yang lalu publik dikejutkan dengan fenomena susu kental manis yang telah memakan korban di Makassar dan Batam. Informasi fenomena permasalahan tersebut telah menimbulkan dampak yang signifikan tentang upaya edukasi terhadap penggunaan susu kental manis. Mulai dari media cetak, online, hingga platform media sosial bahkan ahli kesehatan maupun pemangku kebijakan mempunyai perhatian khusus terhadap permasalahan ini.

Perihal susu kental manis yang mengandung kadar gula yang tinggi dengan protein lebih rendah dari susu yang lain, diharapkan masyarakat semakin cermat dalam memilih makanan dan minuman bergizi dalam keluarga. Baiknya Kemenkes maupun BPOM lebih intensif memberikan edukasi yang selaras agar masyarakat tidak mudah tergerus informasi yang tidak valid. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015