Empat Perusahaan Berkolaborasi Kurangi Penggunaan Sampah Botol Plastik

Minggu, 13 Mei 2018

JAKARTA (Pos Sore) — Dalam satu dekade terakhir, plastik menjadi bahan yang paling populer di dunia. Penggunaannya pun meningkat 20 kali lipat dalam 50 tahun terakhir.

Berdasarkan hasil riset Analisis Arus Sampah, Rantai Nilai dan Daur Ulang di Indonesia yang dilakukan Sustainable Waste Indonesia (SWI) pada 2017, diperkirakan sebanyak 1,3 juta ton sampah plastik mencemari lingkungan tiap tahunnya, termasuk yang ada di lautan.

Diprediksi pada 2050, akan lebih banyak jumlah sampah plastik di lautan daripada ikan yang hidup di dalamnya. Padahal sampah plastik bisa menjadi bahan baku produk lain jika didaur ulang.

Industri daur ulang plastik saat ini telah berkembang di Indonesia, terutama untuk jenis plastik yang memiliki nilai ekonomis seperti PET dan PP. Tingkat daur ulang keduanya mencapai lebih dari 60%.

Langkah awal dan terpenting dalam proses daur ulang adalah proses pengumpulan dan pemilahan yang bisa mencegah sampah plastik mencemari lingkungan.

“Ini bisa dilakukan oleh setiap individu dari tingkat rumah tangga,” kata Novrizal Tahar, Direktur Pengelolaan Sampah, Direktorat Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), di Jakarta, Minggu (13/5)

KLHK, katanya, akan terus mendorong upaya pengurangan sampah yang dilakukan oleh produsen dan memberikan apresiasi untuk kolaborasi yang dilakukan oleh produsen dengan berbagai pihak dengan memanfaatkan teknologi untuk mempermudah prosesnya.

“Bagian yang terpenting adalah menjaga konsistensi dari kolaborasi upaya pengurangan sampah ini sehingga dapat mencapai hasil yang signifikan dan terjamin keberlanjutannya,” ujarnya.

Ia pun mengapresiasi pengembangan Smart Drop Box. Menurutnya, tempat sampah pintar yang dilengkapi sistem pemindai barcode botol plastik dan terhubung dengan mySmash, ini adalah best practice yang patut direplikasi oleh perusahaan-perusahaan lainnya untuk bekerjasama lintas sektor.

“Keberhasilan program ini nantinya, akan menjadi model pengurangan sampah oleh produsen melalui mekanisme penarikan kembali kemasan, sehingga permasalahan sampah dapat dikelola dari hulu hingga hilir berlandaskan prinsip ekonomi sirkular,” ujarnya.

Smart Drop Box (SDB) ini diluncurkan oleh Danone-AQUA, Alfamart, Telkomsel dan Smash, dengan didukung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Diluncurkan di area Car Free Day (CFD) Jakarta, hari ini, Minggu (13/5).

SDB merupakan tempat sampah pintar yang dilengkapi sistem pemindai barcode botol plastik dan terhubung dengan mySmash, yaitu aplikasi yang membantu pengguna SDB untuk mencatatkan sampah botol yang dikumpulkan dan mendapatkan imbalan poin yang dapat digunakan sebagai pembayaran online.

Vice President General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto, mengatakan kerja sama ini akan mendorong tumbuhnya masyarakat yang bijak berplastik.

“Kami berharap dengan adanya Smart Drop Box, masyarakat menjadi termotivasi untuk melakukan pengumpulan dan pemilahan sampah plastiknya,” ujarnya.

Hal ini juga dimaksudkan untuk mengedukasi konsumen jika sampah plastik dapat didaur ulang dan memiliki nilai ekonomi, serta secara nyata berkontribusi untuk mengatasi masalah sampah di Indonesia.

“Program ini juga merupakan bagian dari komitmen Danone-AQUA untuk menuju perusahaan yang 100% sirkular. Kami menargetkan, pada tahun 2025 kami dapat mengumpulkan lebih banyak sampah plastik dari yang kami gunakan,” tambah Vera.

Corporate Communication GM PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Ivan Hermawan menjelaskan, sebagai toko komunitas yang dikenal dekat dengan masyarakat, perusahaan menyambut positif kerja sama yang diharapkan bisa memberikan banyak manfaat bagi masyarakat luas, khususnya di sekitar toko Alfamart.

Dengan adanya kolaborasi berkelanjutan ini, pihaknya berharap masyarakat bisa lebih aware dengan kebersihan lingkungan, terutama yang bersumber dari sampah plastik. Sehingga nanti bisa turut mengurangi permasalahan limbah plastik di Tanah Air.

“Kami juga mengajak masyarakat agar lebih kreatif mengolah limbah plastik menjadi sesuatu yang bernilai lebih,” ungkapnya.

Vice President Corporate Planning Telkomsel, Andi Kristianto mengatakan Smart Drop Box ini menunjukkan teknologi khususnya IoT bermanfaat dalam mendukung keberlangsungan lingkungan hidup, serta meningkatkan kualitas dan produktivitas hidup.

Implementasi inovasi IoT dalam Smart Drop Box merupakan bagian dari upaya Telkomsel dalam mengakselerasi terbentuknya ekosistem IoT di Indonesia, seiring pesatnya perkembangan IoT di masa mendatang.

“Hal ini sejalan dengan visi kami untuk melakukan transformasi digital dan senantiasa menjadi yang terdepan dalam menerapkan perkembangan teknologi seluler terkini yang akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Indonesia di masa depan,” tandasnya.

Chief Executive Officer Smash, Putra Fajar Alam menjelaskan, solusi inovasi Smart Drop Box ini berguna untuk menambah value chain end-to-end upaya kepedulian terhadap lingkungan dengan menggunakan teknologi informasi, yang sudah dijalani Smash semenjak tahun 2015.

Dalam mewujudkan mimpinya mengelola 50% sampah anorganik yang berkolaborasi dengan Bank Sampah, Smart Drop Box ini akan menjadi salah satu unggulan inovasi agar masyarakat lebih tertarik untuk berpartisipasi dalam kegiatan pemilahan sampah. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015