Institut STIAMI Gelar Seminar Pentingnya Penggunaan Big Data Dalam Ekonomi Digital

Minggu, 13 Mei 2018

JAKARTA (Pos Sore) — Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk ‘Kesiapan, Peluang dan Tantangan Penggunaan Big Data Dalam Ekonomi Digital’, di Graha Dirgantara, Halim Perdanakusumah, Jakarta, Minggu (13/5).

Seminar yang dimoderatori Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis Widiyono, SE, MM, ini menghadirkan Dirjen Aplikasi dan Informasi Kemenkominfo RI Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc, sebagai keynote speaker.

Ada tiga pembicara yang dihadirkan dalam seminar yang dibuka resmi oleh Rektor Institut STIAMI Ir. Panji Hendrarso MM. Pembicara pertama, Roy Suryo Notodiprojo (anggota DPR RI) yang memaparkan tentang ‘Tatanan Pengelolaan Informasi dan Pemanfaatan Big Data dalam Ekonomi Global’.

Pembicara kedua yaitu Dr. M. Rizal Taufikurahman dari Institute for Development of Economic & Finance, yang mengangkat tema ‘Potensi dan Pemanfaatan Big Data Dalam Bisnis Pada Era Ekonomi Digital’. Dan, pembicara ketiga Dr. Sani Muhammad Isa, S.Si., M.Kom, seorang pengamat dan peneliti Digital Ekonomi & Society. Ia membawakan materi mengenai ‘Kesiapan Infrastruktur dan SDM Pengelolaan Big Data dalam Ekonomi Digital.

Dekan Fakultas Ilmu Administrasi (FIA)
Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI Dr. Bambang Irawan, MM, mengatakan, seminar ini diadakan mengingat fenomena big data saat ini menjadi pembicaraan di masyarakat, khususnya di bidang akademisi.

“Pemahaman masyarakat awam tentang big data hanya sebatas data besar terkait informasi dengan jumlah yang terbatas yaitu melalui penggunaan media sosial, dalam arti kata sebagai konsumen,” katanya.

Namun, lanjutnya, big data bukan hanya terkait informasi yang tak terbatas, melainkan lebih tentang menerima informasi berkualitas pada waktu-waktu tertentu yang signifikan terhadap suatu masalah.

Pesatnya berbagai aktivitas berbasis digital telah menciptakan data yang besar dan bervariasi. Data yang dihasilkan secara cepat (real time) diolah sedemikian rupa menjadi big data, dan disimpan sebagai informasi dan pengetahuan.

“Big data apabila dikelola dan dioptimalkan dengan baik, akan memberikan manfaat bagi pengambilan kebijakan publik sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi,” tandasnya.

Menurutnya, pemanfaatan big data telah diwujudkan dalam bentuk penerapan kota cerdas (smart city). Yang bertujuan mengelola dan mengendalikan sumberdaya secara lebih efektif dan efisien guna memaksimalkan pelayanan publik.

Di samping itu, pemanfaatan big data juga digunakan untuk mengendalikan inflasi beberapa komoditas pangan melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) di beberapa kota di Indonesia, sehingga dapat merespon harga dan mengendalikan pasokan kebutuhan bahan pokok.

Big data, katanya, acuan baru di sektor industri, perdagangan dan transportasi, melalui peningkatan layanan terhadap nasabah serta mendeteksi maupun mencegah penipuan (fraud), dan meningkatkan transaksi, serta memperluas target pelanggan baru.

Menurutnya, peluang penerapan big data pada sejumlah sektor di Indonesia masih sangat besar. Hal ini diperkuat dengan pendapat Menteri Keuangan, Sri Mulyani, yang menyatakan perkembangan teknologi semakin berkembang pesat, sehingga ekonomi menjadi ekonomi digital.

Hal yang sama juga diungkap Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo, yang menekankan pentingnya peran big data dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Pemanfaatan big data yang disertai kolaborasi lintas institusi, baik
pemerintah, lembaga negara, akademisi maupun industri, dapat menghasilkan informasi yang berharga dalam pengambilan keputusan. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015