The Haven Lagoi Bay Bintan: Resort Indah yang Dikelilingi Laut, Sungai dan Danau

Selasa, 15 Mei 2018

BINTAN (Pos Sore) — Tak lama lagi The Haven Lagoi Bay Bintan hadir di Teluk Lagoi Bay, Pulau Bintan, Kepulauan Riau (Kepri). Di sini akan berdiri resor bintang lima yang terintegrasi dan prestisius.

Dan, ini akan menjadi satu-satunya pengembangan skyrise di pulau Bintan dan dirancang untuk menjadi satu resor terpadu yang dibangun dengan konsep hunian untuk keluarga sekaligus berlibur dengan fasilitas kelas dunia.

Banyak yang mengakui lokasi The Haven Lagoi Bintan, sangat eksklusif dan langka. Bayangkan saja baru kali ini ada lokasi resort di dunia yang dikelilingi tiga pemandangan alam yang luar biasa indah: laut, sungai dan danau, yang kondisinya masih perawan.

Proyek ini mulai berjalan seusai penandatanganan kerjasama The Haven Bintan dengan dua perusahaan kontraktor, PT Total Bangun Persada Tbk dan China Yunnan Construction Investment Holding Group Co Ltd, pada Senin (7/5), di Jakarta.

Total investasi proyek ini mencapai US$ 1,4 miliar, mencakup lahan seluas 26 hektar (ha). Masing-masing terdiri dari 6 kondominium dengan fasilitas hotel bintang 5.

Rinciannya, terdiri dari 250 kamar dan area Convention Center berkapasitas 3.000 orang, strata title dengan fasilitas hotel bintang lima, dan area komersial lainnya.

Untuk tahap awal, pembangunan terdiri dari dua tower dan club house dengan fasilitas lengkap. Rencananya ditargetkan selesai pada kuartal pertama 2021. Untuk pembangunan tahap berikutnya hingga selesai, diperkirakan tuntas pada 2026.

Pada Rabu (9/5) sejumlah media berkesempatan melihat lebih dekat The Haven Bintan yang diklaim akan menjadi satu-satunya kawasan properti terpadu dan ramah lingkungan di dunia.

Dikatakan ramah lingkungan karena resort ini dikelilingi oleh laut, danau dan sungai yang masih ‘perawan’. Pemandangan yang begitu indah dan memesona. Jadi, dipilihnya Pulau Bintan bukan tanpa alasan.

Mengisi liburan yang kembali ke alam dengan udara yang bersih dan segar, jelas menjadi pilihan yang kian tren. Ditemani kicauan burung-burung, hembusan angin, dan riak gelombang, membuat liburan di sini semakin terasa nyaman dan rileks. Pikiran dan semangat pun kembali segar.

CEO The Haven Bintan, Peter Chan, turut mendampingi para media. Dalam keterangannya, disebutkan Bintan berada dalam wilayah strategis Asia Tenggara. Proyek ini pun diharapkan mampu menyerap pangsa pasar dari berbagai negara Asia Tenggara, sebagai negara tetangga Indonesia. Juga tentunya negara di kawasan Asia lainnya.

“Bintan menjadi salah satu lokasi unik dan strategis. Pemerintah Indonesia sendiri menjadikan Bintan sebagai kawasan wisata kelas dunia. Apalagi lokasi Bintan sangat dekat dengan Singapura, sebagai pintu masuk kawasan Asia Tenggara,” kata Peter.

Dipilihnya Bintan, bisa jadi karena sejumlah potensi yang ada di Pulau Bintan. Salah satunya Pantai Lagoi. Pantai yang berada dalam Kawasan Wisata Terpadu Eksklusif Lagoi Bay Bintan ini memiliki keindahan pemandangan alam. Kondisi lingkungannya pun bersih.

Tempat wisata lain yang telah dikembangkan di Lagoi adalah, Pantai Sebong Pereh, dan Desa wisata Sebong Pereh yang menawarkan wisata bahari. Tak hanya itu. Bintan juga masuk dalam wilayah konservasi hutan bakau dengan berbagai jenis satwa dilindungi di dalamnya.

Para media pun berkesempatan menyusuri sungai di tengah hutan bakau dari Kawasan Wisata Terpadu Eksklusif Lagoi Bay Bintan yang dikembangkan The Haven Bintan.

Bintan juga menjadi tuan rumah event sport tourism bernama ‘Bintan Triathlon’, yang diselenggarakan setiap tahun. Kompetisi olahraga dunia ini diikuti oleh ratusan atlet dari dalam dan luar negeri.

Belum lagi potensi wisata budaya dan sejarah. “Bintan ini punya segalanya dibanding Singapura dan negara tetangga lainnya. Kita punya semuanya dalam satu wilayah ini. Investasi masa depan yang baik,” tambah Estate Operation Manager The Haven Bintan, Aria Pratama Waskitha.

Dikatakan pulau Bintan sudah menjadi tujuan favorit bagi turis Singapura. Bintan menjadi surga bagi wisatawan untuk menikmati pantai pasir putih yang indah, hutan bakau dan sungai yang mengalir di kawasan ini. Dengan menggunakan tranportasi feri, perjalanan menuju Bintan menjadi amat menyenangkan.

Karenanya, kondominium yang tengah digarap ini akan dijual tidak hanya ke warga Indonesia tetapi juga ke investor Singapura, Malaysia, Jepang, Hong Kong, Korea, China dan Timur Tengah.  Harganya dibanderol Rp 70 juta per m². lengkap dengan perabotan.  

Pulau Bintan yang memiliki bandara Internasional Hari Haji Fisabilillah yang terletak di Tanjung Pinang, atau sekitar satu jam perjalanan darat menuju Lagoi Bay Bintan, semakin memudahkan wisatawan berkunjung.

Ke depannya, Bintan juga akan memiliki bandara internasional kedua yang dikelola swasta bernama Bintan Resort International Airport. Bandara ini menjadi pilot project pengembangan dan pengelolaan bandar udara oleh pihak swasta pertama di Indonesia.

Kehadiran bandara baru ini juga sangat menguntungkan wisatawan, karena lokasi bandara tersebut hanya berjarak sekitar 30 kilometer atau 30 menit perjalanan darat dari Lagoi Bay Bintan.

Salim Group lewat Bintan Aviation Investments akan membangun Bintan Resort International Airport, bandara pertama yang dibangun swasta. Nantinya, jarak tempuh ke Bintan Resort semakin singkat hanya membutuhkan waktu 30 menit.

Bintan Aviation Investments bermitra dengan PT Angkasa Pura II, selaku BUMN yang akan mengoperasikan bandara tersebut setelah pembangunan rampung. Saat ini, pembangunan bandara ini telah mendapat izin prinsip dari Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan serta izin penetapan lokasi dari Menteri Perhubungan.

Selain bandara baru tersebut, Pemda Bintan tengah mengajukan pembangunan jembatan dari Tanjung Uban ke Telaga Punggur Batam. Jika itu terealisasi maka akses menuju Bintan akan semakin mudah.

“Penduduk Batam akan dengan mudah masuk ke Bintan dan ini akan semakin membuat prospek Bintan sebagai kawasan wisata akan semakin bagus,” kata Arya.

Selain pembangunan bandara baru, pemerintah juga telah mendukung perencanaan dibangunnya jembatan penghubung dari Telaga Punggur di Batam menuju Tanjung Uban di Bintan sepanjang 6 kilometer (km).

Ini akan membuat perjalanan dari Batam menuju Bintan dan sebaliknya hanya memerlukan waktu kurang lebih 10 menit melalui darat dengan adanya jembatan tersebut. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015