Anggota KAHMI Didorong Jadi Social Entrepreneur

Senin, 21 Mei 2018

JAKARTA (Pos Sore) — Pemerintah memang sudah meluncurkan program pengentasan kemiskinan, namun hingga kini masih banyak warga yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Karenanya, Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kamrusammad, mendorong anggotanya untuk menjadi social entrepreneur. Cara ini untuk menjawab persoalan banyak warga miskin yang belum tersentuh program pemerintah.

“Dan inilah yang harus ditangani oleh KAHMI. Namun, untuk menjadi social entrepreneur memang tidaklah mudah karena harus dapat mendahulukan kepentingan masyarakat daripada kepentingan pribadi,” katanya, Minggu (20/5), di Jakarta.

Menurutnya, program pengentasan kemiskinan yang dilakukan pemerintah belum sepenuhnya menyentuh masyarakat miskin. Karena itu, KAHMI mendorong anggotanya untuk mengumpulkan dana-dana sosial guna membantu masyarakat kurang mampu.

Dengan jumlah anggota KAHMI yang mencapai ribuan orang, potensi zakat, infaq dan sodakoh (ZIS) alumni HMI sangat besar. Tetapi belum dihitung berapa potensi ZIS KAHMI.

“Yang jelas besar tetapi kami belum menghitung potensinya karena HMI ada sejak tahun 1947,” lanjut Kamrusammad.

Kamrusammad mengatakan arah kebijakan KAHMI yaitu melahirkan terobosan program inspiratif berupa KAHMIPreneur fokus pada penciptaan entrepreneur muda bidang ekonomi.

Selain itu, ada KAHMI Care yang fokus pada pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gizi biruk, KAHMI Lazis yang bertugas menghimpun potensi alumni HMI untuk mengatasi kesenjangan sosial.

Ada juga KAHMI Institute untuk mempercepat pemerataan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau. Sementara KAHMI LBH merupakan pelayanan, perlindungan dan penegakan keadilan serta advokasi bagi yang tertindas hak-hak hukumnya.

Diakuinya, sampai saat ini jumlah alumni HMI yang sudah menjadi pengusaha masih kecil sekitar 1 persen. Tetapi dengan karakteristik alumni HMI yang mandiri, kuat, inovatif, sabar, konsisten, diyakini ke depan akan banyak alumni-alumni HMI yang bisa meraih sukses menjadi pengusaha. Dan, program KAHMIPreneur menjadi jawaban atas persoalan itu. (tety)