Safari Ramadhan FORHATI Berbagi untuk Kaum Dhuafa

Sabtu, 26 Mei 2018

JAKARTA (Pos Sore)-Presidium Nasional Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) mengajak ummat Islam mengulurkan tangan membantu kaum Dhuafa (kurang mampu) pada Ramadhan 1439 H.

Bantuan dari para donatur Ummat sekecil apapun sangat dibutuhkan mereka sebagai bentuk kepeduliaan terhadap keberadaannya.

 

“Momen Ramadhan ini menjadi sangat berarti bagi kita semua untuk peduli kepada saudara-saudara kita yang masih jauh dari cukup”

Demikian disampaikan Koordinator Presidium Nasional FORHATI Hanifah Husein di Masjid At-Taubah, Jl. Rawajati Timur 2, Pancoran, Jakarta Selatan (25/5/2018).

 

Nampak hadir dalam acara tersebut diantaranya Dr. Yeni Huriani, Dosen UIN Sunan Gunung Jati, Bandung Jawa Barat, Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan.

Ditambahkan, dalam safari ramadhan ini, FORHATI akan melibatkan alumni mendatangi wilayah-wilayah yang dihuni kaum Dhuafa sambil berbuka puasa.

 

Untuk itu, FORHATI juga memberikan kesempatan jika ada donatur yang ingin ikut berbuka bersama dengan kaum Dhuafa, di lima wilayah kota di DKI Jakarta.

 

“Kehadiran kami berbuka puasa bersama kaum Dhuafa tersebut sangat dibutuhkan mereka sebagai bentuk kepedulian terhadap keberadaannya,” kata Hanifah.

 

Dijelaskan, acara Buka Puasa Bersama Kaum Dhuafa ini juga akan dimulai dengan acara Bazar Sembako Murah bagi kaum Dhuafa yang terdata di wilayah masing-masing.

 

Bazar murah sembako dan buka puasa ini juga dimaksudkan memperkaya para mustahik tentang ketahanan keluarga yang merupakan salah satu program utama Forhati yaitu menegakkan ketahanan keluarga untuk menguatkan NKRI.

 

Hari ini adalah hari kedua Forhati Berbagi yang Alhamdulillah dapat dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Bakti sosial Forhati tahun ini disamping berkomitmen pada kesejahteraan kaum dhuafa juga pada masalah Ketahanan Keluarga. Masalah ini menjadi keprihatinan Forhati karena inti pembentukan generasi yang tangguh berada pada Ketahanan Keluarga. Sementara itu tantangan masalah kehidupan dewasa ini justru melemahkan sendi-sendi keluarga.

Secara umum konsep Ketahanan Keluarga adalah kondisi keluarga yang memiliki keuletan dan ketangguhan serta memiliki kemampuan fisik materiil guna hidup mandiri dan mengembangkan diri dan keluarganya untuk hidup harmonis dalam meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan lahir dan batin, yang meliputi Ketahanan fisik (ekonomi, kesehatan, perumahan),Ketahanan sosial (pendidikan, budaya), dan Ketahanan psikososial (agama).

 

Keluarga saat ini dihadapkan pada masalah seperti disorientasi fungsi keluarga, pengalihan pengasuhan anak kepada fihak lain, hambatan interaksi dan komunikasi, serta kegagalan memenuhi hak-hak anak. Sementara itu anak-anak kita dikepung oleh problem seputar mereka seperti ancaman trafiking, narkotika, pornografi, predator seks, tayangan televisi yang tidak mendidik, dan lain-lain.

 

Masalah-masalah itu perlu difahami oleh para orang tua, sehingga dari penyuluhan tentang Ketahanan Keluarga yang diberikan oleh Forhati mereka tahu apa yang harus dilakukan ketika menghadapi realitas yang sering kali membingungkan itu.

 

Acara Buka Puasa Bersama Kaum Dhuafa serta Bazar Sembako Murah pada Bulan Suci Ramadhan 1439 H. ini terselenggara berkat kerja sama Majelis Nasional FORHATI dengan Lembaga Seni Budaya Majelis Nasional KAHMI. Bambang Tri P 

 

 

 

 

 

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015