BPOM Terbitkan Surat Edaran Tentang Label dan Iklan Susu Kental Manis

Kamis, 31 Mei 2018

JAKARTA (Pos Sore) — Setelah ramai diperbincangkan dan menjadi perdebatan yang cukup alot mengenai label dan iklan susu kental manis, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akhirnya menerbitkan Surat Edaran bernomor HK.06.5.51.511.05.18.2000 tahun 2018 Tentang Label dan Iklan Pada Produk Susu Kental Manis dan Analognya (Kategori Pangan 01.3).

Surat edaran yang tertanggal 22 Mei 2018 tersebut diterbitkan dalam rangka melindungi konsumen utamanya anak-anak dari informasi yang tidak benar dan menyesatkan. Karenanya, perlu diambil langkah perlindungan yang memadai.

Terdapat dua poin penting dalam surat edaran terbut. Pertama, mengenai label dan iklan produk agar memperhatikan larangan menampilkan anak-anak berusia di bawah 5 (lima) tahun.

Selain itu, larangan menggunakan visualisasi bahwa produk susu kental manis disertakan dengan produk susu lain sebagai penambah atau pelengkap gizi.

Juga larangan menggunakan visualisasi gambar susu cair dan atau susu dalam gelas disajikan dengan cara diseduh untuk dikonsumsi sebagai minuman, dan larangan ditayangkan pada jam tayang acara anak-anak.

Kedua, baik produsen, importir maupun distributor produk Susu Kental Manis harus menyesuaikan dengan Surat Edaran paling lama 6 (enam) bulan sejak ditetapkan.

Seperti diketahui, keberadaan iklan susu kental manis yang memvisualisasikan bahwa susu kental manis sebagai minuman bergizi telah memicu kontroversi di berbagi kalangan.

Banyak pihak menyatakan, susu kental manis bukanlah susu melainkan sirup rasa susu yang kandungan gulanya hampir 50%.

Tidak hanya itu, akibat salah persepsi di masyarakat terkait penggunaan susu kental manis sebagai minuman telah mengakibatkan beberapa balita mengalami kekurangan gizi bahkan kematian.

Kasus terebut mendapat reaksi dari para anggota dewan di DPR yang turut angkat suara. Salah satunya anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Siti Masrifah.

Kontroversi susu kental manis menurut Masrifah berawal dari kesalahan dalam menginformasilam produk kepada masyarakat.

Selama ini, susu kental manis diiklankan sebagai produk minuman susu yang sehat bergizi, termasuk bagi anak-anak. Kenyataannya, produk ini mengandung gula yang tinggi yang berfungsi sebagai pelengkap (topping) makanan dan minuman.

“Karena itu, harus ada pengawasan dalam penginformasian produk perusahaan kepada masyarakat oleh lembaga pemerintah, dalam hal ini BPOM. Selain itu, masyarakat juga harus lebih waspada karena kadang tidak membaca komposisi dan kandungan gizi dalam setiap produk,” ujarnya. (tety)