Sriboga Raturaya Berbagi Kasih dengan 257 Anak Disabilitas

Sabtu, 2 Jun 2018

    General Manager Manufacturing PT. Sarimelati Kencana Tbk Eddy Mulyadi, Fitri perwakilan Grup Sriboga Raturaya dan Direktur Sumber Daya Manusia dan Komunikasi PT. Sriboga Raturaya Edni Aswita Basri pada saat jumpa pers ‘Ceria Bersama Anak Istimewa’.

JAKARTA (Pos Sore) — Dalam rangka memberi makna pada bulan suci Ramadhan 2018, pada tahun ketiga ini Grup Sriboga Raturaya kembali berbagi kasih dan kebahagiaan bersama anak-anak berkebutuhan khusus yang berada di wilayah Jabodetabek dalam wadah buka puasa bersama.

Kali ini mengusung tema ‘Ceria Bersama Anak Istimewa’ dengan mengundang sebanyak 257 anak-anak disabilitas yang berasal dari 8 lembaga yang menaungi dan menangani anak-anak disabilitas yaitu 5 Sekolah Luar Biasa (SLB), 2 yayasan, dan 1 Komunitas yaitu Komunitas Potads.

Ke-8 lembaga anak disabilitas ini berbeda dari tahun sebelumnya namun tetap dengan jenis disabilitas yang bervariasi mulai dari tuna rungu, tuna wicara, cacat fisik hingga tuna grahita (down syndrome, hydrosephalus).

Grup Sriboga Raturaya juga mengadakan kegiatan pembagian paket buka puasa kepada 6600 anak panti asuhan yang dibagikan secara bergilir setiap harinya selama bulan Ramadhan 2018.

“Kami gembira dapat kembali melanjutkan tradisi untuk berbagi kebahagiaan dan keceriaan dengan anak-anak disabilitas dalam momen bulan suci Ramadhan,” kata Edni Aswita Basri, Direktur Sumber Daya Manusia dan Komunikasi PT Sriboga Raturaya, di Jakarta, kemarin.

Dikatkan, ajang buka puasa bersama anak disabilitas ini wujud kepedulian untuk berinteraksi secara langsung dengan mereka meskipun sesaat. Dikemas dalam format playtainment yaitu bermain dan hiburan, mengajak anak-anak disabilitas untuk bergembira ria dalam wadah permainan dan hiburan menarik.

“Kami mengajak mereka untuk bergembira melupakan keterbatasan yang mereka miliki. Kami berharap perhatian dan kasih sayang yang kami tunjukkan dapat menambah rasa percaya diri mereka dalam menatap hidup yang lebih baik di masa mendatang,” tambahnya.

Menurutnya, ajang seperti ini tentunya jarang menghampiri anak disabilitas sehingga di wadah ini mereka dapat bertemu dengan sesama temannya yang memiliki keterbatasan yang sama atau bahkan lebih dari mereka dimana kami berharap dapat membangun rasa kebersamaan dan solidaritas.

Selain itu, bagi para orang tua atau pendamping juga dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk berbagi cerita antar mereka yang diharapkan dapat menambah wawasan mereka untuk masalah keterbatasan yang dimiliki anak tercinta atau anak bimbingannya.

Ia berpandangan, dengan dukungan positif terpadu bagi dari keluarga inti maupun masyarakat sekitar, maka bukan tak mungkin dapat menumbuhkan rasa aman dan percaya diri untuk melangkah ke kehidupan nyata sekaligus membentuk mereka menjadi pribadi yang mandiri dan mampu berinteraksi dengan kehidupan sosial. (tety)