PP IPTEK: Cara Menyenangkan Belajar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Rabu, 6 Jun 2018

JAKARTA (Pos Sore) — Bisa jadi ini menjadi kabar yang menggembirakan bagi petani Indonesia, khususnya yang lahan sawahnya kerap kebanjiran. Ada solusi baru yang bisa mengatasi persoalan itu sehingga para petani masih bisa menanam padi.

Adalah Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP IPTEK) Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) yang berhasil melakukan uji coba menaman padi di atas kolam.

“Padi yang ditanam di sini antara lain ada Varietas Sidenuk dan Varietas IPB 3 S.  Ini kita tanam sejak 16 Maret 2018, dan sebentar lagi bisa dipanen,” kata Direktur PP IPTEK Mochammad Syachrial Annas di PP IPTEK TMII, Jakarta Timur, Selasa (5/6).

Jadi, melalui cara seperti itu para petani masih bisa menanam padi, bahkan bisa panen dua sekaligus: panen padi dan panen ikan.

Ia menjelaskan, PP IPTEK adalah Science Center pertama di Indonesia yang menjadi sumber belajar iptek non formal yang dibangun untuk melengkapi sarana pendidikan iptek formal.

Bangunan seluas 23.400 m2 ini berdiri di atas lahan 40.000 m2. Bertujuan untuk mengenalkan sains dan teknologi kepada seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Jadi, setiap pengunjung dapat merasakan mudahnya belajar memahami berbagai konsep dan prinsip iptek dengan cara menyenangkan.

“Seperti membuktikan hukum-hukum fisika, kimia, matematika dan biologi, mengaplikasikan iptek dalam pengembangan teknologi seperti prinsip Bernaulli yang diterapkan dalam teknologi pembuatan pesawat terbang, merasakan hebatnya guncangan gempa, dan belajar mengetahui rahasia kehidupan alam lainnya,” jelasnya.

Saat ini, kata Syachrial, di PP-IPTEK sudah ada 22 wahana, dan 400 alat peraga. Dalam setiap wahana itu ada beberapa alat peraga, sehingga pengunjung bisa belajar dari alat-alat peraga itu untuk meningkatkan pengetahuannya terhadap Iptek.

Wahana-wahana iptek tersebut di antaranya Wahana Petualangan Sains. Ini wahana baru di PP-IPTEK. Wahana Petualangan Sains adalah wahana yang berisi alat peraga interaktif yang bersifat tantangan. Di sini, pengunjung ditantang untuk dapat menyelesaikan setiap tantangan yang diberikan dari alat peraga yang disajikan.

Wahana tersebut terdiri dari lima alat peraga, yaitu Human Yoyo, Lorong Ilusi, Laser Trap, Mirror Maze, dan Gyro Extreme. Kemudian, wahana-wahana yang lain di antaranya yaitu Wahana Listrik dan Magnet, Wahana Getaran dan Gelombang, Wahana Mekanika, Wahana Peneliti Cilik.

Selain itu, Wahana Lingkungan, Wahana Optik, Wahana Ilusi, Wahana Transportasi Udara, Wahana Fluida, Wahana Transportasi Darat, Wahana Matematika, Wahana Telekomunikasi, Wahana Antariksa, Wahana Flu Burung, Wahana Siaga Pandemi Influenza, Wahana Ozon, Wahana Taman Jurasic, Kidsmart Corner, dan Wahana Tesia Coil.

Dengan wahana-wahana tersebut, masyarakat bisa belajar iptek dengan cara yang menyenangkan karena dilengkapi dengan alat peraga. Karenanya, ke depan diharapkan masyarakat, khususnya generasi muda, tertarik untuk belajar iptek.

Tertarik merasakan sensasi belajar iptek yang menyenangkan? Berkunjung saja ke sini. Harga tiket masuknya terjangkau kok, hanya Rp16.500 per orang. Sedangkan jam operasional, yaitu Senin-Kamis pukul 08.30-16.00 WIB, Jumat pukul 08.30-16.30 WIB, dan Sabtu-Minggu pukul 09.00-16.30 WIB. (tety)