Raker dengan Menpora, Hetifah Sampaikan Keluhan Soal Sekolah Olahraga

Rabu, 6 Jun 2018

JAKARTA (Pos Sore) — Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian menyampaikan berbagai macam persoalan yang terjadi di Sekolah Khusus Olahraga Internasional (SKOI) Kalimantan Timur di Samarinda kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nachrowi.

Hal itu disampaikan politisi perempuan Partai Golkar ini dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi X DPR RI dengan Menpora di Ruang Rapat Komisi X DPR RI, Gedung Nusantara Satu Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (5/6).

Apa yang disampaikan wakil rakyat dari Dapil Kalimntan Timur tersebut merupakan hasil temuan dia saat melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Daerah Pemilihan (Dapil) masa reses beberapa pekan lalu.

“Ini SKOI tadinya di bawah Dinas Olahraga. Tapi, atas kebijakan Kementerian Dalam Negeri, dipindahkan di bawah Dinas Pendidikan. Ini tidak memahami urusan prestasi juga sarana prasarana. Mohon ada kebijakan soal ini,” minta Hetifah.

Perempuan berhijab Kelahiran Bandung 54 tahun silam itu juga menyinggung soal sarana prasarana di SKOI yang memerlukan perbaikan.

“Saya sudah dua kali ke sana. Kondisinya ada kamar yang bocor dan banyak persoalan lainnya. Mohon Pak Menteri bisa berkoordinasi dengan Pemda. Jangan alasan daerah defisit anggaran kemudian mengabaikan atlet yang hebat-hebat sebagai aset bangsa ini,” kata Hetifah.

Lebih jauh, Ketua Umum Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) tersebut meminta Kemenpora mendorong pemuda melek politik sehingga dari sana lahirlah politisi muda berkwalitas.

Selain itu, Hetifah juga berpesan agar Kemenpora juga memberi perhatian kepada persoalan munculnya paham-paham radikalisme, kenakalan remaja dan pernikahan dini.

Raker Komisi X dengan Menpora kali ini membahas program Kemenpora di 2019. Di antara yang akan dilakukan adalah mengembangkan wirausaha muda dan pelatihan, fasilitasi pemuda dalam penanggulangan penyalahgunaan narkoba dan Jambore pemuda untuk pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Sebagai catatan, Kemenpora menyampaikan pagu indikatif 2019 Rp 1,95 triliun. Jumlah itu menurun jauh dari anggaran 2018 Rp 5,37 triliun. (decha)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015