Hetifah Sjaifudian: Penyebaran Tenaga Pendidik Belum Merata

Sabtu, 9 Jun 2018

JAKARTA (Pos Sore) — Pimpinan Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, pemuda, olahraga, kebudayaan dan ekonomi kreatif, Hetifah Sjaifudian mengakui, begitu banyak persoalan dihadapi kalangan pendidik di tanah air yang menjadi faktor penghambat dalam meningkatkan profesionalisme guru maupun tenaga pendidik.

“Guru termasuk kepala sekolah masih banyak yang belum memenuhi kualifikasi. Bahkan penyaluran tunjangan mereka juga belum sepenuhnya tepat waktu,” kata Hetifah pada Rapat Kerja (Raker) Komisi X DPR RI dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Ruang Rapat Komisi X DPR RI, Gedung Nusantara I Komplek Parlemen Senayan, Jakarta akhir pekan ini.

Selain itu, wakil rakyat dari Dapil Kalimantan Timur-Kalimantan Utara tersebut mengatakan, bertambahnya jumlah sekolah ternyata juga tidak diikuti dengan pemenuhan jumlah guru Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Menurut Hetifah, sebaran guru-guru PNS juga tidak merata. Meski begitu, Hetifah mengapresiasi langkah pemerintah yang melakukan program penempatan guru garis depan dengan mengangkat guru baru bersertifikat menjadi PNS di daerah-daerah perbatasan.

Untuk membenahi berbagai persoalan guru, kata perempuan kelahiran Bandungm 30 Oktober 1964 tersebut, Pemerintah dibawah pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) serta DPR RI tengah mencari arah kebijakan yang akan dilakukan 2019.

“Diantara arah kebijakan tersebut nantinya adalah management system peningkatan kompetensi guru. Juga akan ada sertifikasi untuk rekrutmen guru-guru baru,” lanjut Hetifah.

Selain itu, tahun depan juga terdapat program pendampingan pendidikan karakter, penjaminan mutu pendidikan, penguatan pendidikan vokasi, pemberian beasiswa unggulan dan penyediaan sarpras Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di daerah afirmasi.

Untuk diketahui, anggaran Kemendikbud untuk tahun anggaran 2019 diperkirakan Rp. 39,2 triliun. Jumlah ini sedikit mengalami penurunan dari anggaran 2018 Rp 40,09 triliun. (decha)