LPDB Adakan Pertemuan dengan Pelaku UKM Sektor Produktif di Bandung

Minggu, 10 Jun 2018

BANDUNG (Pos Sore) — Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUKM Braman Setyo mengatakan maksud diadakannya pertemuan dengan para pengusaha UKM di Provinsi Jawa Barat adalah untuk menjaring para pelaku usaha produktif dari Kabupaten Bogor, Cianjur, Bandung dan sekitarnya.

“Kami menginisiasi pertemuan ini untuk memperoleh masukan dan kendala yang dihadapi pelaku usaha kecil dan menengah sektor produktif dalam mengakses dana pembiayaan bergulir dari LPDB,” kata Braman Setyo usai pertemuan dengan puluhan pengusaha UKM dari Jawa Barat di Bandung, Jumat (8/6/2018).

Braman mengatakan, para pengusaha UKM tersebut menjadi sasaran LPDB, karena mereka mempunyai usaha-usaha yang produktif.

“Kami minta kepada para Kepala dinas Koperasi dan UKM, supaya kalau mempunyai calon mitra usaha yang ingin mengajukan pinjaman dana bergulir kepada LPDB, bisa langsung mengajukan ke LPDB atau berkoordinasi dengan perusahan penjaminan,” katanya.

Menurut Braman, hal itu yang menjadi fokus pertemuan LPDB dengan para pengusaha UKM tersebut. “Kalau saya lihat dari pertemuan tadi, ada 17 pengusaha UKM yang ingin mendaftar kepada LPDB untuk mendapat pinjaman dana bergulir,” tambahnya.

Braman mengatakan mereka itu mempunyai prospek, karena produk sudah ada pembelinya. “Jadi sistem ini yang akan kami bangun dengan para Kepala Dinas Koperasi dan UKM yang ada di Indonesia,” tuturnya.

Dia mengatakan kelangsungan dari pembiayaan ini, sudah ada yang menjamin. Artinya dari kelayakan usaha banyak yang bisa menjamin baik dari Jamkrindo, Jamkrida atau perusahaan penjamin lainnya. Kalau dari sisi bisnisnya produk mereka bisa dibeli oleh off-taker.

“Jadi prinsip dari hulu ke hilir sudah terpenuhi semuanya. Saya juga berharap para Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi yang lainnya juga membuat model pertemuan seperti ini” ujarnya.

Menurut dia, sasaran LPDB dalam merangkul usaha produktif pada 2018 adalah sangat tepat sekali dengan mengadakan pertemuan semacam ini di Provinsi Jawa Barat.

“Wilayah provinsi ini merupakan provinsi yang sangat ideal, karena provinsi ini mempunyai unggulan-unggulan dari kuliner, manufaktur, atau fesyennya. Saya kira di Jawa Barat sudah lengkap semua. Ini menjadi fokus sasaran kami,” katanya.

Menurut Braman, provinsi lainnya yang akan menjadi perhatian berikutnya adalah provinsi Sumsel yang mempunyai potensi dan prospek ekonomi di bidang pertanian, perkebunan dan perikanan.

“Begitu pula Provinsi Aceh yang dari sektor perkebunannya mempunyai prospek di bidang minyak nilam, karet, kopi, dan sebagainya,” tuturnya pula.

Braman menilai di Jawa Barat potensinya lebih banyak di bidang fesyen yang berorientasi ekspor yang sudah mempunyai pembeli di luar negeri.

“Pada prinsipnya kami sangat senang sekali, para pelaku usaha di Jawa Barat ini masih banyak membutuhkan akses pembiayaan dengan bunga murah dari LPDB,” kata Braman.

Dia mengatakan ada UKM sejak 2015 sudah mengajukan pinjaman dana bergulir kepada LPDB, tetapi karena masih ada beberapa persyaratan yang belum terpenuhi, dia minta agar mereka mengajukan lagi.

“Tentunya kalau mereka sudah bertemu dengan saya secara pribadi, saya lebih prefer dan menjamin bahwa mereka cukup serius untuk mengajukan pinjaman dana bergulir kepada LPDB,” tuturnya pula.

Pihaknya, kata dia, bisa menugaskan staf untuk mengevaluasi lebih cepat lagi.

“Kelayakan usaha mereka cukup bagus, yang terlihat dari produk tas atau sepatu yang mereka bawa tadi. Itu untuk meyakinkan kami bahwa mereka perlu dibantu. Artinya dari pengajuan kredit nya perlu direalisasikan,” ujarnya.
 (tety)