Imigrasi Tanjung Perak Deportasi 36 TKA, Asal China 32 Orang

Jakarta, Pos Sore– Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur mendeportasi sebanyak 36 Tenaga Kerja Asing (TKA) Januari hingga pertengahan Mei 2018. Mereka terbukti menyalahgunakan visa kunjungan masuk Indonesia.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak, Mohammad Ridwan kepada wartawan di Surabaya, Selasa (12/6) mengungkapkan, ke-36 TKA yang dideportasi itu berasal dari lima negara.

“Terbanyak dari China, yaitu 32 orang. Sisanya, berasal dari Taiwan, Belanda, Malaysia dan India. Rata-rata pelanggarannya adalah penyalahgunaan visa, selain ada juga yang `overstay` atau tinggal melebihi batas izin yang telah ditentukan,” ungkap Ridwan.

Dalam kasus pelanggaran penyalahgunaan visa, dia menerangkan, kebanyakan masuk ke Indonesia menggunakan visa wisata atau turis. “Namun ketika sampai ke Indonesia justru bekerja.”

Saat ini, Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak masih menyelidiki tiga TKA lainnya yang diduga menyalahgunakan dokumen visa. Tiga asal India, yakni AS, K dan KL. Visa ketiganya sebagai TKA sudah benar. Hanya saja bekerja di perusahaan yang berbeda dari yang tertera di visa.

Menurut visa yang mereka miliki, semestinya bekerja di PT WVA, yaitu perusahaan kayu yang berlokasi di wilayah Mojokerto, Jawa Timur. Justru mereka bekerja sebagai “Factory Manager” dan “Quality Control” di CV KMS, Gresik yang juga bergerak di bidang kayu.

Ketiganya baru bekerja tujuh bulan dari batas izin selama 1 tahun seperti yang tertera di visa mereka. Dugaan sementara, ketiga WNA India ini memalsukan keterangan saat proses penerbitan visa.

“Apabila dalam proses penyidikan nantinya ditemukan unsur tindak pidana keimigrasian maka akan dilakukan `pro yustisia` atau tindakan penegakan hukum keimigrasian terhadap tiga WNA India ini,” demikian Mohammad Ridwan. (decha/ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!