Titiek: Beringin Partai Golkar Tidak Ada Otak dan Banyak Hantu Sembunyi

Jumat, 15 Jun 2018

Jakarta, Pos Sore– Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya besutan Tommy Soeharto, Siti Hediati Hariyadi yang lebih dikenal Titiek Soeharto mengaku, Partai Golkar yang dibesarkan ayah kandungnya dan mengantar Soeharto berkuasa 32 tahun tidak pernah membela penguasa Orde Baru tersebut.

Di sela-sela kunjungan ke Bantul, Yogyakarta, Rabu lalu, Titiek mengatakan, pengunduran diri dia dari Partai Golkar karena partai berlambang Pohon Beringin tersebut Golkar tidak pernah membela Soeharto. “Mas Bambang Triatmojo justru minta segera keluar dari Golkar karena tidak ada manfaatnya. Tidak pernah membawa Pak Harto,” kata Titiek.

Titiek mengaku, meski dari keluarga Cendana baru dia dan Tommy Soeharto yang resmi bergabung, tetapi dipastikan keluarga besar Cendana akan bergabung di Partai Berkarya.

“Kan, ini tinggal nunggu deklarasinya saja, tapi saya pastikan keluarga Cendana mendukung semua meski tidak harus duduk distruktural partai,” beber perempuan kelahiran Semarang, 14 Oktober 1960 tersebut.

Anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian ini juga membantah jika keluarnya dari Partai Golkar, karena kekecawaan batal menjadi Wakil Ketua MPR, serta kekecewaan terhadap Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.

“Endak benar itu. Kalau alasan saya kecewa tidak jadi Wakil Ketua MPR, kemudian keluar dari Golkar. Tidak jadi Wakil Ketua MPR, tentunya Tuhan pasti punya rencana yang lebih baik bagi saya,” ungkap dia.

Setelah resmi pindah ke Partai Berkarya, Titiek mengatakan, ada yang berbeda dari warna Partai Berkarya dengan Partai Golkar. Meski kedua partai memiliki warna dominan kuning tetapi ada yang membedakan dari kedua partai tersebut.

“Partai Berkarya lambang pohon beringin ada otaknya. Namun di Partai Golkar, pohon beringin tidak ada otaknya dan banyak hantunya untuk sembunyi setan,” kata Titiek.

Dia mengaku tidak percaya, jika pimpinan di DPP tidak mengetahui dirinya mundur dari Partai Golkar, apalagi pemberitaan gencar. Bahkan, ada foto dirinya menggunakan jaket milik Partai Berkarya. “Ya mungkin, pas awal-awal saja tidak percaya, tapi setelah melihat berita pasti mereka percaya.”

Dikatakan, usai libur Lebaran akan segera mengirim surat pengunduran diri ke DPP Partai Golkar, sehingga bisa segera diproses untuk pergantian antarwaktu anggota DPR. “Itu kan konsekuensi, ketika saya pindah partai, maka keanggotaan di DPR RI juga berakhir dan ada pergantian antarwaktu,” ucap dia.

Walau berita hengkangnya Titiek ke Partai Berkarya sudah begitu masif, tetapi masih banyak pihak yang tidak percaya ia meninggalkan partai yang didirikan HM Soeharto. “Ya, memang ada yang tidak rela saya mundur.Lho kok Mbak Titiek mundur?’. Namun ada pula yang memahami keputusan mundur dari partai Golkar.”

Dia mengaku, meski meninggalkan Partai Golkar yang merupakan partai besar di Indonesia, dirinya tidak akan tenggelam dan tidak bisa berbuat banyak bagi bangsa karena saat ini masyarakat dalam memilih wakilnya berdasarkan figur bukan hanya partai semata. “Saat ini figur seseorang jauh lebih menentukan dibandingkan dengan partai pengusungnya.”

Dikatakan, usai meninggalkan partai berlambang pohon beringin semakin memacu dirinya untuk lebih banyak turun ke rakyat. Apalagi dia di Partai Berkarya ditunjuk sebagai koordinator pemenangan pemilu sehingga harus keliling seluruh Indonesia. “Saya harus memastikan caleg-caleg yang bagus-bagus untuk bisa lolos di DPR RI atau DPRD tingkat I dan II,” kata Titiek

Titiek mengklaim sudah banyak yang ingin mendaftar dan bergabung dengan Partai Berkarya. “Kita terbuka bagi siapa saja untuk bergabung dengan Partai Berkarya untuk membangun bangsa dan mewujudkan cita-cita Pak Harto,” demikian Titiek Soeharto. (decha)