Revitalisasi Pasar Banjar Negari, Dulu Kumuh Kini Modern

Minggu, 1 Jul 2018

DENPASAR (Pos Sore) — Wajah pasar Banjar Negari, yang dulunya kumuh, kini bersih dan menarik. Sejak mendapatkan bantuan dana program Revitalisasi Pasar Tradisional dari Kementerian Koperasi dan UKM, pasar yang berada di Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, ini berubah menjadi modern.

Saat berkunjung ke pasar ini, Sabtu (30/6), Kepala Pasar Negari Nyoman Suparta, mengaku, sejak dipercantik pasar ini menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Kota Banjar. Tak hanya itu, kesejahteraan para pedagang dan warga sekitar juga ikut meningkat.

Revitalisasi Pasar Negari ini memang disokong oleh Kementerian Koperasi dan UKM dengan menggulirkan dana bantuan sebesar Rp900 juta, namun revitalisasi ini sepenuhnya dikelola secara swadaya masyarakat Desa Pekraman Negari, yang ternyata juga berhasil menghimpun dana tambahan sebesar Rp300 juta. Jadi, biaya total untuk revitalisasi pasar ini sebesar Rp1,2 miliar.

“Pasar ini setelah direvitalisasi diresmikan oleh Menteri Koperasi dan UKM Bapak Puspayoga pada Februari 2017. Awalnya pasar ini berupa bedeng-bedeng dan kumuh, bau, becek, sekarang terlihat rapi dan bersih. Beberapa waktu lalu kami memperluas pasar dengan menambah kios dengan biaya Rp125 juta,” ungkapnya.

Sejak dipercaya untuk mengelola pasar ini, ia mengaku ada kemajuan untuk pendapatan pasar. Hasil dari pendapatan ini lalu dipilah menjadi 10 persen dialokasikan untuk kegiatan sosial, 20 persen untuk dana cadangan, 20 persen untuk dana cadangan membangun pasar, dan 50 persen dialokasikan untuk desa adat sebagai pihak pengelola pasar sebesar Rp 70 juta pertahun.

“Dulu untuk mendapatkan dana sebesar itu susah sekali. Jangankan yang jutaan, untuk membayar upah petugas kebersihan saja sulit. Sekarang petugas kebersihan ada empat dan kami sanggup membayar upahnya,” katanya.

Pasar ini dikatakan dikelola secara gotong royong karena lahan ini milik masyarakat secara bersama. Memang swadaya masyarakat dan status tanah menjadi salah satu indikator penting untuk penilaian pemberian bantuan dari Kementerian Koperasi dan UKM.

Tak hanya itu. Pihak pengelola juga mampu menata pasar menjadi lebih baik.
Sebanyak 56 pedagang kios dan lapak yang berdagang di pasar ini diterapkan sistem kontrak selama 2 tahun dengan biaya yang cukup terjangkau. “Dulu sulit menata pedagang, belum lagi pedagang musiman. Sekarang lebih tertata,” tambahnya.

Salah satu warga, Wayan Indah Parwati, mengatakan saat ini pasar menjadi lebih luas dan bersih. Pedagang dipisah berdasarkan jenis dagangannya sehingga lebih teratur. ‚ÄúDagang sayur dan daging di bawah, lebih bersih dan ada aliran airnya. Sekarang pasar lebih nyaman dan dagangannya lebih beragam,” terangnya.

Asisten Deputi Pemasaran Herustiati, mengatakan, Program Revitalisasi Pasar Rakyat ini salah satu bentuk komitmen Kementerian Koperasi dan UKM untuk meningkatkan daya saing pasar rakyat, meningkatkan kesejahteraan para pedagang melalui peningkatan omzet, mendukung kelancaran logistik dan distribusi bahan kebutuhan masyarakat dan mendorong terjadinya penguatan pasar dalam negeri di era persaingan global yang kian terbuka lebar.

Tujuan dari revitalisasi pasar rakyat adalah guna meningkatkan pendapatan para pedagang juga pelaku-pelaku ekonomi yang ada di masyarakat. Selain itu, untuk memudahkan akses transaksi jual beli dengan nyaman. (tety)