Kemenkop UKM Beri Penghargaan Kepada Koperasi dan Kepala Daerah

Kamis, 12 Jul 2018

 

 

TANGERANG (Pos Sore) — Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga menyerahkan penghargaan bagi Koperasi Berprestasi, serta Bakti Koperasi dan UKM tahun 2018.

Penghargaan  diberikan  sebagai bagian dari rangkaian Hari Koperasi Nasional ke-71 yang puncak peringatannya diadakan di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

Penghargaan tersebut diberikan kepada 110 penerima yang terdiri dari dua kategori, yakni  Koperasi Berprestasi diberikan kepada 50 koperasi penerima dan penghargaan Bakti Koperasi dan UKM kepada 60 kepala daerah/dinas Koperasi dan UKM atau tokoh penggerak koperasi.

Penyerahan penghargaan disaksikan Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid, Sekretaris Kemenkop dan UKM Meliadi Sembiring, serta Deputi Kelembagaan Kemenkop dan UKM Untung Tri Basuki. Terdiri, Rabu (11/7) malam.

Untung Tri Basuki dalam sambutannya mengatakan pemberian penghargaan kepada Koperasi Berprestasi guna mengapresiasi kinerja yang dicapai koperasi, memberikan motivasi kepada koperasi untuk menjadi lebih baik, dan sekaligus meningkatkan citra baik perkoperasian di mata masyarakat.

“Persyaratan dan aspek-aspek penilaian Koperasi Berprestasi meliputi tiga aspek, yakni aspek kelembagaan, aspek usaha dan aspek keuangan,” kata Untung.

Sedangkan Tanda Penghargaan Bakti Koperasi dan UKM diberikan dengan tujuan memotivasi para kepala daerah, ASN, tokoh gerakan koperasi dan UKM, tokoh masyarakat, maupun instansi terkait untuk memberikan perhatian lebih dan kesungguhan dalam memberdayakan koperasi dan UKM di tempat tinggal mereka.

“Syaratnya memiliki integritas moral dan keteladanan, berjasa terhadap bangsa dan negera khususnya melalui koperasi dan UKM, aktif dalam memimpin atau mendorong peningkatan dan pengembangan koperasi dan UKM, serta berjuang dalam mewujudkan KUMKM menjadi tulang punggung perekonomian nasional,” ujar Untung.

Usai menerima penghargaan Bakti Koperasi, Walikota Bogor Bima Arya mengatakan  berterima kasih  karena penataan koperasi di Bogor mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Bima Arya mengatakan  berbagai upaya yang dilakukan  untuk meningkatkan pertumbuhan kinerja koperasi di Bogor.

“Komitmen kami dalam penganggaran  untuk koperasi dan UMKM hingga mencapai Rp 94 miliar. Selain itu, organisasi kedinasan koperasi yang tadinya bergabung dengan pedagangan sekarang   menjadi mandiri sebagai dinas koperasi dan UKM,” kata Bima.

Dia juga mengemukakan pihaknya telah mengubah 86 lembaga keuangan mikro yang belum berizin dna berbadan hukum menjadi koperasi. Inovasi juga banyak dilakukan oleh Pemerintah Kotamadya Bogor, antara lain dengan digitalisasi koperasi dan coaching clinic bagi koperasi.

Walikota Banjar Baru Nadjmi Adhani mengakui peran serta kepala daerah sangat penting untuk mendorong, menyemangati dan melakukan pembinaan melalui dinas teknis.Pembinaan ini, dikemukakannya, telah mengubah koperasi di Banjar Baru menjadi lebih sehat dan berprestasi.

“Banyak koperasi yang tadinya tidak sehat menjadi sehat, tadinya tidak RAT akhirnya RAT setelah mendapat pembinaan,” kata Nadjmi.

Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat yang juga meraih penghargaan Bakti Koperasi merupakan kabupaten termuda di Indonesia yang berdiri tahun 2007.  Wakil Bupati Kubu Raya Hermanus mengatakan meski masih sangat muda, Kubu Raya sudah memiliki dinas koperasi dan UKM yang mandiri untuk melakukan pembinaan koperasi dan UKM. Dengan demikian ada penganggaran khusus dari APBD untuk pengembangan koperasi dan UKM. Hermanus menyebutkan pihaknya aktif melakukan evaluasi dan pembinaan yang hasilnya telah membubarkan 70 koperasi dan 419 koperasi aktif.  (tety)