Sukses Ekspor, LPDB-KUMKM Kunjungi Batik Syukestex

Jumat, 13 Jul 2018

 

 

PEKALONGAN (Pos Sore)  – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) mengunjungi Batik Syukestex, salah satu pelaku UKM yang bergerak di bidang manufacturing dan trading batik yang berlokasi di Pekalongan, Jawa Tengah.

Syukestex telah menjadi mitra LPDB-KUMKM sejak tahun 2013 dengan mendapat pinjaman dana bergulir sebesar Rp 1 Miliar dengan jangka waktu 48 bulan.

Saat berkunjung ke kantor pusat di Jalan Yudha Bhakti Nomor 159 A Medono, Tatu Nurhasanah, Direktur Pemasaran Syukestex, mengatakan pengajuan pinjaman dana bergulir ke LPDB-KUMKM karena LPDB-KUMKM menerapkan bunga yang rendah dibandingkan bank atau lembaga keuangan lain.

Suku bunga di LPDB meliputi program nawacita 4,5 persen (pertanian, perikanan, perkebunan), sektor riil 5 persen (KUMKM sektor manufaktur, kerajinan, industri kreatif), simpan pinjam 7 persen (koperasi simpan pinjam, LKB, LKBB dan BLUD), dan untuk pembiayaan syariah yaitu bagi hasil maksimal 60:40 (KSPPS/USPPS, LKB Syariah, LKBB Syariah).

Ke depan, Syukestex berencana mengajukan permohonan pinjaman kedua untuk meningkatkan lagi hasil produksinya yang saat ini hanya mencapai 8-9 ribu kodi perbulan.

Ia juga ingin menambah mesin produksi yang nanti dibeli dari Bandung, Jawa Barat untuk mendukung tujuh mesin yang dimiliki saat ini, yaitu steamer, curing, washing, drying, stenter, mesin setrika, boilersteam, boiler oil.

Dengan begitu Tatu berharap bisa memenuhi permintaan pasar yang sudah menjadi langganannya.

“Nanti mau beli mesin second dari Bandung 1 unit harganya kira-kira Rp 1,5 Miliar. Kalau barunya bisa seharga Rp 10 Miliar itupun harus beli dari luar, bisa dari China, Jepang, Korea, maupun Jerman,” kata Tatu.

Tatu mendorong LPDB-KUMKM lebih meningkatkan perannya dalam memberikan pinjaman/ pembiayaan dana bergulir kepada pelaku usaha seperti Syukestex.

Menurutnya dalam usaha yang padat karya seperti ini akan memberikan efek yang positif, misalnya dalam rangka peningkatan produktifitas tentu secara otomatis akan menambah tenaga kerja.

Hal ini disadari betapa pentingnya peran pemerintah dalam membantu permodalan UMKM khususnya melalui LPDB-KUMKM yang kini usianya sudah melebihi satu dasawarsa.

Syukestex sendiri memproduksi segala macam batik baik jenis printing maupun non printing, juga menyediakan busana bermotif batik dengan stok yang cukup banyak.

Selama ini batik produksinya 70 persen diekspor di antaranya ke Tanzania, Kenya, Somalia, Senegal, Pantai Gading, Mali, Ethiopia, Djibouti, Dubai, serta Jeddah Arab Saudi. Sedangkan 30 persen menyasar pasar domestik seperti Sulawesi Selatan, Kalimantan, Sumatera dan DKI Jakarta.

 

Sementara itu, Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo menegaskan LPDB-KUMKM akan mendukung pembiayaan UKM berorientasi ekspor yang ada di Tanah Air. Dalam hal ini, dirinya mengapresiasi kompetensi UKM yang sudah mampu menembus pasar ekspor.

“Intinya kalau memang dibutuhkan pembiayaan dari LPDB, kami akan siap support pelaku-pelaku UKM yang berorientasi ekspor,” ungkap Braman.

Terkait nasabah repeater (mengajukan kembali), Braman mengatakan tetap akan memenuhi permohonan pinjaman yang diajukan.

“Saya kira tidak masalah kalau repeater itu diulang-ulang kembali, tapi nanti akan ada batasannya misalnya sampai tiga kali dan kalau sudah mendekati tiga kali, mereka harus pindah ke bank dan sebagainya,” tutur Braman. (tety) 

 

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015