BEKRAF Konsisten Promosikan Game Indonesia Berkualitas ke Luar Negeri

Minggu, 15 Jul 2018
Istimewa

 

JAKARTA (Pos Sore) — Sebagai salah satu subsektor dalam industri kreatif di tanah air, ranah hiburan interaktif berbasis elektronik yang disebut video game masih menjanjikan peluang besar, baik bagi para pemain lokal maupun pelaku industri global.

Hasil penelitian dari lembaga riset industri game global, Newzoo, menyebutkan, pasar game Indonesia memiliki sekitar 43,7 juta gamer dan berpotensi menghasilkan penghasilan hingga US$ 880 juta (sekitar Rp11,9 triliun) untuk industri pada 2017 lalu.

Potensi ini menempatkan Indonesia pada peringkat ke-16 dalam daftar industri game terbesar di dunia.

Data Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf) menunjukkan kontribusi dari industri aplikasi dan game ini telah menyumbang sebesar 1% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif tahun 2015.

Deputi Pemasaran Josua Simanjuntak mengatakan BeKraf konsisten mempromosikan game-game berkualitas ke luar negeri.

“Kami bersyukur bahwa konsistensi Bekraf untuk terus mempromosikan game Indonesia yang berkualitas ke luar negeri, mulai menunjukkan hasil yang konkret,” katanya dalam acara ‘Ngopi Sore Bareng Deputi Pemasaran BEKRAF’ bertajuk ‘Menggali Perkembangan Terkini Industri Game Indonesia’, di Jakarta, Sabtu (14/7).

Di luar subsektor aplikasi dan pengembang permainan, BeKraf sendiri dalam waktu dekat akan membuka open call seleksi pelaku seni pertunjukan untuk event OzAsia 2018 di Australia, seleksi pegiat industri board game Indonesia untuk Essen Spiel 2018 di Jerman, dan seleksi seniman dan kurator untuk Venice Art Biennale 2019. (tety)