Kemenkop UKM Fasilitasi Temu Bisnis Peningkatan Kerjasama Investasi Usaha KUMKM Kab. Bandung

SOREANG (Pos Sore) — Sebanyak 30 pelaku UKM dan 10 koperasi yang bergerak di sektor pertanian di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mendapatkan ‘pencerahan’ bagaimana hasil produknya bisa masuk ke pasar modern atau retail.

Para pelaku KUMKM ini berkumpul dalam ‘Temu Bisnis Peningkatan Kerjasama Investasi Usaha KUMKM’ yang difasilitasi Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung, Kamis (2/8).

Tujuan dari pertemuan yang didampingi Asisten Deputi Pengembangan Investasi Usaha Kemenkop UKM Sriliasti, itu untuk mempertemubisniskan antara UKM pertanian di Kabupaten Bandung dengan para investor.

Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kemenkop UKM Abdul Kadir Damanik, mengatakan, pertemuan tersebut untuk membantu para pelaku KUMKM dapat meningkatkan kesejahteraanannya. Terlebih sektor pertanian menyumbang PDB Indonesia sekitar Rp1.700 triliun.

“Ini sejalan dengan himbauan bapak Presiden pada rapat terbatas kabinet akhir tahun 2017, bahwa para petani hendaknya tidak hanya terpaku dengan budidayanya saja, tetapi harus mampu mencari nilai tambah dari agribisnis ini dari hulu hingga hilir,” katanya.

Menurutnya, peningkatan kesejahteraan petani itu harus diperoleh dari peningkatan nilai tambah di dalam rantai pasok hulu hilir dengan pendekatan bisnis. Karenanya, sangat diperlukan perubahan pada tataran paradigma.

Dan, itu berarti perubahan yang bersifat komprehensif terhadap seluruh kegiatan terkait pertanian, peternakan, dan perikanan, termasuk dalam praktik dan operasionalisasinya melalui kerja nyata.

“Kalau yang sudah mampu ya bisa jalan sendiri, tapi untuk pelaku yang masih kecil-kecil seperti para peserta temu bisnis ini untuk masuk ke pasar modern kan sulit karena belum dipercaya. Nah solusinya harus ada kemitraan. Pola pengembangan memang harus dengan kerjasama,” jelasnya.

Karenanya, untuk mewujudkan nilai tambah tersebut Kemenkop UKM menggandeng PT Crowde, salah satu start-up yang dikelola anak-anak muda yang berasal dari berbagai disiplin ilmu, menggalang dana dari petani untuk petani sebagai start-up capital.

Crowde ini akan membantu para peserta mengembangkan usaha di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan, baik dari pembiayaan, penanaman, hingga pemasaran, serta memberikan pendampingan dari hulu hingga hilir.

Start up Crowde ini hadir untuk membantu petani sekaligus menjadi platform edukasi untuk permodalan. Mereka mengajak para petani mengembangkan kegiatan off-farm usaha tani dari hulu ke hilir.

“Saya bangga dengan anak-anak muda yang kreatif dan inovatif ini. Perlu diketahui bahwa Crowde bukan berasal dari keluarga petani, tapi mereka kreatif dan visioner menangkap peluang bisnis dan berjiwa entrepreneur,” katanya.

Start-up bisnis ini umumnya mengandalkan kekuatan teknologi informasi dan komunikasi, serba internet, pengolahan data besar, dan kebanyakan dilakukan oleh generasi muda, berkolaborasi dengan petani dalam membuka kesempatan untuk menjangkau pasar yang Iebih Iuas dan prospektif.

“Model ini sangat menjanjikan, dan akan terus berkembang di masa yang akan datang,” ujarnya.

Namun, katanya, segala keputusan tetap ada di para pelaku KUMKM, apakah akan bermitra atau tidak. “Bukan Kementerian Koperasi dan UKM. Kami hanya memfasilitasi dan menjembati,” tandasnya.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Bandung, Hermawan, mengatakan, usaha mikro memiliki potensi dan peluang yang sangat luar biasa dalam mengatasi persoalan kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan.

“Sayangnya, mereka dihadapkan pada keterbatasan dalam mengembangkan kapasitas dan akses sumberdaya produktif,” ungkapnya.

Permasalahan pokok yang dihadapi pelaku usaha mikro dan kecil saat ini adalah rendahnya produktivitas. Penyebabnya, rendahnya kualitas SDM, akses pasar, dan akses permodalan.

Kondisi tersebut, bagi pelaku usaha mikro dan kecil sangat menyulitkan untuk meningkatkan kapasitas usaha ataupun mengembangkan produk-produk untuk melawan persaingan yang ketat.

Karenanya, kegiatan temu bisnis ini bagi pemerintah daerah merupakan sesuatu yang sangat berharga, bermanfaat, dan sangat membantu meringankan sebagian beban pemda dalam membina dan mengembangkan usaha para pelaku UMKM.

“Mudah-mudahan dari kegiatan ini akan diperoleh manfaat yang positif bagi peningkatan dan pengembangan kapasitas pelaku usaha, khususnya di Kabupaten Bandung, sehingga terjalin kemitraan dan kerjasama yang berkelanjutan dengan pengusaha besar sekelas crowde,” katanya. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!