Milad 25 Tahun Islamic Center Kota Bakal Meriah

Digelar Tabligh Akbar Sampai Pameran Lukisan Bernuansa Islami

Sabtu, 11 Agu 2018
Tampak depan Komplek Islamic Center KH Noer Alie, di Jalan Ahmad Yani Kota Bekasi

POS SORE – Yayasan Nurul Islam KH Noer Alie yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi bakal menggelar pameran lukisan bernuansa Islami pada pada 13-16 Agustus malam.

Pameran yang diikuti 30 pelukis dari Jabodetabek dan Yogyakarta ini digelar untuk memeriahkan milad 25 Tahun Yayasan Nurul Islam sekaligus pengelola Islamic Center Bekasi.

“Rencananya, pameran lukisan ini dibuka Wakil Walikota terpilih, Tri Adianto sekaligus untuk mengenalkan kepada masyarakat bahwa islam tidak hanya melulu berkutat pada urusan surga-neraka dan pengajian,” kata H Amin Idris, Ketua Panitia Pelaksana Milad 25 Tahun Yayasan Nurul Islam KH Neor Alie, pada Possore, Sabtu (11/8).

Amin Idris juga mengatakan, selain menggelar pameran lukisan, pihaknya juga menggelar serangkaian kegiatan, seperti bedah buku, diskusi. tabligh akbar, tasmi tahfidz Alquran, juga serangkaian lomba internal.

Tabligh akbar nya sendiri, kata Amin Idris digelar 15 Agustus 2018 dari jam 08.00-12.00 sekaligus memperingati HUT 73 Tahun Kemerdekaan RI dengan penceraman Prof Nasaruddin Umar dan KH Arifin Ilham.

“Kita berharap tabligh akbar bertema “Merajut Ukhuwah Mempererat Semangat Kebangsaan” ini dihadari sebanyak mungkin umat Islam. Kalau target kami sch diikuti 2 ribuan jamaah,” katanya.

Sementara tema miladnya sendiri adalah “Seperempat Abad Memperkuat Komitmen Dakwah untuk Mengabdi Kepada Umat.” Peringatan ini jelas Amin Idris diniatkan sebagai media pengingat sejarah sekaligus menjadi media introspeksi terhadap apa yang telah dlakukan selama berjalannya masa maupun yang akan dilakukan dimasa yang akan datang.


Ketua Panpel Milad 25 Tahun Yayasan Nurul Islam, H Amin Idris didampingi Sekretaris yayasan

“Kita berharap acara tabligh akbar kali ini dapat digunakan sebagai bentuk kegiatan yang dapat mempererat persatuan umat, komitmen kebangsaan serta mempertegas ketauhidan. Beberapa penceramah sudah confirm untuk hadir diantaranya adalah KH Arifin Ilham dan Nasaruddin Umar,” tutur Amin.

Dikatakan, acara lomba internal seperti berbagai olahraga, prestasi untuk siswa preschool dan siswa tahfiz, pentas seni untuk karyawan yang memiliki bakat seni sudah dilaksanakan mulai 1-11 Agustus 2018. “Sabtu (11/8) merupakan acara final lomba yang tujuannya untauk hiburan guna memberikan dampak pada kebersamaan,” katanya.

Yang tak kalah penting , kata amin Idris adalah acara bakti sosial yang pada Ahad 12 Agustus 2018 dilanjutkan 17 Agustus. Acara pemeriksaan kesehatan gratis ini meliputi pemeriksaan tensi, kolesterol, asam urat, dan gula darah.

“Acara ini digelar di di halaman depan masjid Nurul Islam Islamic Center bekasi. Pesertanya semua Pengunjung Islamic center saat itu,” kata Amin.

Forum Seniman Bekasi

Secara terpisah, koordinator peserta dalam pameran seni rupa, Edo Abdulah mengungkapkan, di Kota Bekasi ini berbagai karya seni sudah mulai menggeliat didorong dengan adanya Forum Seniman Bekasi yang berisi para seniman di Bekasi.

“Dengan adanya Forum Seniman Bekasi ini seabetulnya kesenian di Kota Bekasi ini sudah menggeliat, dari berdirinya sanggar-sanggar tari, lukis, sastra. Kami berharap mementum ini dijadikan ajang pameran seni rupa islami, sehingga nanti setiap tahun ada dan meningka,” ungkap Edo Abdullah.

Kurator lukisan, Pug Waruju menyampaikan tema yang akan memandu jalanya pameran lukisan dalam peringatan milad ini adalah kota cahaya kota agama. Memilih tema tersebut, Pug mengaku, kegiatan ini dilaksanakan oleh institusi Islamic Centre yang dinilainya sebagai pusat kajian dan telaah perkembangan islam.

Lebih dalam Pug menjelaskan, kajian islam tentunya sangat intern kepada gerak perkembangan antropologis masyarakat yang dalam hal ini adalah masyarakat islam, untuk itu maka tema yang diangkat adalah kota cahaya kota agama.

“Karena mewakili segi kebudayaan, karya seni rupa ini mewakili ekspresi refleksi dari pada perenungan ketika dia berada didalam entitas, berkelindan di dalam berbagai masalah di sekitarnya. Konteksnya Islam maka yang kita ambil adalah refleksi kehidupan yang muaranya adalah pengagungan atau afirmasi kepada Allah SWT, “ tutur Pug Wiraju (emf/maghfur)