Suami Bunuh Istri Karena Cemburu

Selasa, 14 Agu 2018
Ilustrasi

DEPOK (Pos Sore) – Yeremia Sitompul sengaja menghabisi nyawa istrinya, Risma Sitinjak,30, karena cemburu. Hal itu terungkap dalam pemeriksaan terhadap pelaku di Mapolres Depok.

Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Bintoro mengatakan tersangka menghabisi nyawa istrinya dengan cara dicekik di rumah kontrakan mereka di Jalan Ciherang, RT 5/5, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Depok. Korban dicurigai memiliki hubungan khusus dengan pria lain.

“Dari pengakuan pelaku, motif pembunuhan adalah sakit hati alias cemburu. Istrinya yang melahirkan dua anak diyakini memiliki PIL atau pria idaman lain,” ujar Kompol Bintoro, kepada wartawan, Selasa (14/8).

Menurutnya, Yeremia sebagai tukang ojek online tersebut merasa istrinya sudah tidak bisa dinasehati. Sehingga mereka sering bertengkar dan puncaknya terjadi Kamis (9/8) sore, Yeremia membunuh Risma. Sebelumnya, Yeremia sempat bertanya kepada istrinya, apakah selingkuh atau tidak.

“Namun istrinya tetap menganggap ia tidak selingkuh. Sehingga terjadi cekcok. Saat cekcok, istrinya sempat menyinggung utang piutang. Sehingga pelaku makin kalap, dan akhirnya mencekik korban sampai tewas,” ungkapnya.

Setelah mengetahui istrinya tewas, Yeremia kabur melarikan diri ke rumah kerabatnya di Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat.

“Jenasah korban ditemukan rekannya Arga yang datang ke rumah kontrakannya, Sabtu (11/8) malam. Arga ke sana disuruh teman dekat korban yakni Mona, karena ia didatangi roh korban lewat mimpi. Akhirnya temuan jenasah korban dilaporkan ke polisi,” tuturnya.

Hasil pemeriksaan dan otopsi dipastikan korban tewas akibat dibunuh. Atas dasar iu tim gabungan Ditreskrimum Polda Metro, Polres Depok dan Polsek Cimanggis akhirnya menangkap pelaku di persembunyiannya di Bogor, Jawa Barat, Minggu (12/8).

Akibat perbuatannya, pelaku akan dijerat sesuai Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan atau Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana yang ancaman hukuman maksimalnya bisa berupa penjara 20 tahun, seumur hidup atau bahkan mati. (marolop)