Sidang Umum ke-35 Dewan Perempuan Dunia: Presiden ICW Yakin Perempuan Bisa Mengubah Dunia

Kamis, 13 Sep 2018

YOGYAKARTA (Pos Sore) — Presiden International Council of Women (ICW) Kim Jung Sook memberikan pengarahan pada kegiatan ‘The 35th General Assembly of International Council of Women’ atau ‘Sidang Umum ke-35 Dewan Perempuan Dunia’ dan Temu Nasional 1.000 Organisasi Perempuan Indonesia, di Yogyakarta, Jawa Tengah, Kamis (13/9).

Kim menyatakan keyakinannya jika perempuan bisa mengubah masyarakat bahkan dunia. Tentunya diawali dengan meningkatkan pemberdayaan terhadap perempuan di segala bidang. Ia juga percaya perempuan bisa mengubah dunia jika mereka bersama-sama menyatukan usaha.

Dikatakan, dalam tiga tahun terakhir, ICW bekerja keras mengimplementasikan tema besar yang ditetapkan dalam Sidang Umum ke-34 ICW yang berlangsung di Turki yaitu mengubah masyarakat melalui pemberdayaan perempuan.

Menurutnya, kemampuan perempuan untuk mengubah dunia sangat dipengaruhi oleh sifat-sifat dasar yang dimiliki kaum perempuan yaitu penyayang namun juga memiliki jiwa kepempimpinan yang kuat.

“Saat ini adalah waktu yang tepat untuk mewujudkan hal ini. Pemberdayaan terhadap perempuan bisa diawali dalam bidang sosial, budaya, dan juga pendidikan,” tandasnya dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), itu.

Dia berpandangan perempuan juga menginginkan persamaan dalam segi jumlah dan kekuatan dalam segala bidang termasuk di bidang ekonomi hingga politik.

Saat ini, lanjutnya, baru ada 17 negara yang dipimpin oleh perempuan dan baru sedikit perempuan yang bisa menduduki jabatan penting di perusahaan dan industri besar.

Ia menyebutkan, di Timur Tengah jumlah perempuan yang menduduki jabatan strategis di industri dan perusahaan besar sekitar 3,9 persen, Amerika Latin sekitar 6,4 persen, Asia Pasifik sekitar sembilan persen, dan jumlah cukup besar terlihat di Eropa sekitar 20 persen dan Amerika Serikat sekitar 19 persen.

“Di negara saya sendiri, Korea, jumlah perempuan di jabatan strategis di perusahaan dan industri baru sekitar dua persen. Sangat kontras dengan kondisi di negara lain,” ungkapnya.

Selain berperan di industri besar, perempuan juga memiliki peran dalam meningkatkan pendapatan domestik bruto keluarga. “Pendapatan satu keluarga akan meningkat jika perempuan juga ikut berpartisipasi,” tuturnya.

Namun demikian, lanjut dia, sejumlah masalah juga masih dihadapi oleh perempuan, di antaranya kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan seksual, hingga perdagangan perempuan. Masalah ini jamak ditemukan di berbagai negara.

Karena itu, Kim berharap Sidang Umum ke-35 ICW juga membahas kendala dan strategi yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut.

Sementara itu, Ketua Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan, 1.000 organisasi perempuan yang hadir dalam pertemuan ini bertemu untuk membahas pemberdayaan perempuan.

“Kami merasa sangat bangga karena berkumpulnya 1.000 pimpinan organisasi perempuan baru bisa terwujud untuk pertama kali. Dan, sebenarnya yang hadir lebih dari 1000 organisasi perempuan. Ini sungguh pencapaian yang luar biasa,” katanya.

Ia pun mengutip pernyataan Kofi Annan tentang pentingnya peran perempuan, yaitu “if you educate a man, you educate a person. But if you educate a woman, you educate a nation”. Yang jika diterjemahkan berarti ‘jika Anda mendidik seorang pria, Anda hanya mendidik seorang saja. Tapi jika Anda mendidik seorang perempuan, itu artinya Anda mendidik satu bangsa’. (tety)