Presiden Jokowi Membuka Sidang Umum Ke-35 International Council of Women

Jumat, 14 Sep 2018

YOGYAKARTA (Pos Sore) — Presiden Joko Widodo membuka secara resmi kegiatan ‘The 35th General Assembly of International Council of Women’ atau ‘Sidang Umum ke-35 Dewan Perempuan Dunia’ dan Temu Nasional 1.000 Organisasi Perempuan Indonesia, di Yogyakarta, Jumat (13/9).

Peresmian ditandai dengan memukulkan alu pada lumpang kayu panjang tempat alat menumbuk padi secara bersama-sama oleh Presiden Jokowi, Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo, Presiden International Council of Women (ICW) Kim Jung Sook, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise.

Dalam sambutannya, Presiden memaparkan pentingnya perempuan Indonesia sebagai Ibu Bangsa. Ibu yang tidak sekedar mendidik anak-anaknya, melainkan juga ibu yang membentuk karakter bangsa, yang membentuk mental-mental tangguh.

Juga yang memperbaiki mentalitas bangsa, yang menjaga moral keluarga, yang menjaga alam untuk cucunya, serta yang menggerakkan ekonomi keluarga untuk masyarakat.

“Jadilah Ibu Bangsa wahai perempuan Indonesia. Saya ulangi, jadilah Ibu Bangsa wahai perempuan Indonesia. Ini adalah sebuah tanggung jawab besar perempuan Indonesia untuk menjadi Ibu Bangsa,” tandasnya.

“Negara kita adalah negara besar. Ada 34 propinsi dengan 260 juta penduduk. Kita diberi anugerah dengan beragam budaya dan suku bangsa berbeda-beda. Ada sekitar 1.400 suku bangsa dan 1700 lebih bahasa daerah, yang sering kita lupakan. Di sinilah peran perempuan sebagai Ibu Bangsa,” tandasnya.

Kepala Negara juga memuji peranan para ibu dan kaum perempuan selama ini yang telah turut membangun bangsa. Bahwa sejak berdiri, Indonesia memiliki banyak sekali tokoh perempuan yang menjadi inspirasi bangsa.

Jokowi juga mengungkapkan rasa bangganya berada di tengah ribuan perempuan yang hadir dalam agenda tiga tahunan itu. Ia lalu menyampaikan rasa bangga juga karena 9 menteri yang membantunya adalah perempuan.

“Ada yang lemah lembut seperti Ibu Yohana Yambise (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), Ibu Nila Moeloek (Menteri Kesehatan). Ada juga yang agresif dan galak seperti Ibu Susi Pudjiastuti (Menteri Kelautan dan Perikanan),” sebut Jokowi yang disambut tawa para hadirin.

Presiden pun menyampaikan rasa bangganya kepada para atlet Asian Games 2018 yang menyumbangkan medali emas. Dari 31 medali emas yang diraih Indonesia sebagian besar sumbangan dari para atlet perempuan.

“Yang menyalakan obor juga perempuan, atlet bulutangkis kebanggaan Indonesia, Susi Susanti,” tuturnya. Dari capaian-capaian itu, ia menyakini begitu banyak potensi perempuan Indonesia yang dapat digali. (tety)