Menggagas Tradisi Malam Sastra Santri Berskala Nasional

POSSORE—Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Attaqwa, Bekasi, KH Abid Marzuki, M. Ed, mengapresiasi penyelenggaraan Malam Sastra Santri IV yang digelar di halaman Kampus Pahlawan Nasional STAIA Sabtu (15/9) malam.

Acara yang selenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Attaqwa itu merupakan pagelaran keempat yang pernah diadakan di kampus yang berlokasi di daerah Ujung Harapan tersebut sekaligus dirangkai dengan acara bazar yang sudah dimulai sejak pagi.

Menurut Abid Marzuki, digelarnya acara bazar ini sesungguhnya telah merepresentasikan kewirausahaan mahasiswa. Dengan bazar mahasiswa mulai berlatih bagaimana membangun dunia usaha dari skala paling kecil.

Yang namanya membangun dunia usaha itu, tegas Abid Marzuki tidak ujug-ujug langsung besar. Tetapi mulai dari yang paling kecil, lalu naik sedikit, naik sedikit secara bertahap hingga menjadi usaha multi nasional bahkan internasional.

Mudah-mudangan dengan seringnya mengadakan bazar-bazar seperti ini mahasiswa akan terlatih hingga ke depan akan melahirkan pengusaha-pengusaha baru dari para alumni. Kita berdoa saja,” kata Abid Marzuki dalam percakapan dengan pada Pos Sore Minggu malam.

Alumnus Pondok Pesantren Modern Gontor Ponorogo itu mengungkapkan, secara garis besar lembaga yang dipimpinnya menginginkan acara Malam Sastra Santri ini digelar secara rutin setiap tahun. Sekarang ini Malam Sastra Santri adalah yang ke empat.

“Saya sebetulnya ingin membangun satu budaya seni, walau hidup itu tidak bisa hanya dengan seni. Hidup ini harus dengan usaha, harus dengan wirausaha. Saya kira acara yang sudah berlangsung empat kali ini sudah bagus karena mampu mengkombinasikan antara sastra sebagai sebuah seni dengan usaha (bazar) sebagaimana diselenggarakan oleh BEM Attaqwa tahun ini

Ke depan jelas Abid Marzuki, pihaknya ingin Malam Sastra Santri ini menjadi sebuah tradisi dengan cakupan yang lebih luas. Malam Sastra Santri tak hanya digelar di lingkungan kampus Attaqwa, tetapi menjadi Malam Sastra Santri berskala nasional,” katanya.

Pesertanya bisa diikuti oleh ponpes-ponpes dan koperasi-koperasi pesantrennya maupun sekolah-sekolah tinggi agama Islam dari seluruh nusantara. Kalau soal tempat, jelas Abid, lapangan yang dimiliki Attaqwa masih bisa menampung ribuan penonton.

Abid mendorong setiap upaya-upaya yang dilakukan mahasiswa. Setiap mahasiswa memang harus punya mimpi besar ke depan. Yang paling sederhana dan paling realistis barangkali mimpi ingin membangun rumah tangganya dengan didukung kemampuan ekonomi yang baik.

Seperti diketahui, Malam Sastra Santri IV kali ini juga menampilkan musikali dari puisi dosen, mahasiswa, dan alumni, pementasan teater, paduan suara mahasiswa (PSM), nasyid, dan masih banyak lagi. (emf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!