Buwas “Ogah” Sediakan Gudang Bulog Jika Impor Dipaksakan

POS SORE – Direktur Utama Perusahaan Umum (Perum) Bulog, Budi Waseso (Buwas) menegaskan, hingga Juni 2019 Indonesia tidak perlu impor beras karena pasokan beras saat ini masih cukup. Sejauh ini Bulog telah menyerap beras petani sebanyak 1,4 juta ton atau 52,2 persen dari target 2,72 juta ton pada akhir 2018.

Buwas mengaku tak akan ikut campur dengan keputusan Kementerian Perdagangan yang ngotot ingin mengimpor beras. Jika impor tetap dilakukan, ia mengatakan gudang Bulog tak akan digunakan sebagai tempat penampungan beras tersebut. Ia bahkan sambil berkelakar meminta beras impor ditempatkan di Kementerian Perdagangan saja.

Budi Waseso menyebut pihaknya mampu menyerap beras sebanyak 4 ribu ton per hari ketika musim kemarau nanti. Menurut hitung-hitungannya, stok beras hingga akhir tahun ini mencapai 3 juta ton.

Sayangnya Buwas tak merinci angka serapan beras petani hingga Juni 2019. Ia hanya mengatakan dengan hitung-hitungan penyerapan Bulog 4 ribu ton per hari saat kemarau, meyakinkan dirinya untuk tidak perlu impor sampai periode tersebut.


Kondisi gudang Bulog saat ini penuh dengan beras

“Untuk hadapi 2019, saya sudah buat tim untuk kondisi berasa seperti apa, tapi untuk kebutuhan sampai Juni 2019 aman,” kata Budi Waaseso di Kantor Perum Bulog, Rabu (19/9).

Saat ini, stok beras di Gudang Bulog tercatat sebanyak 2,4 juta ton. Kemudian, Bulog masih memiliki sisa kontrak beras impor tahun lalu sebanyak 400 ribu ton. Artinya, stok beras di Gudang Bulog akan bertambah menjadi 2,8 juta ton.

Dikatakan, 2,8 juta ton dikurangi untuk beras sejahtera (rastra), kemudian dengan ditambah 400 ribu ton per hari sampai Desember totalnya bisa tiga juta ton. Berdasarkan data dan fakta yang dihitung tim ahli hasilnya sampai Juni 2019 itu tidak perlu impor

Buwas menjelaskan, khusus untuk di Pasar Induk Cipinang, stok beras mencapai 47 ribu ton. Setiap hari Pasar Induk Cipinang mendapatkan kiriman beras sebanyak empat ribu ton, tetapi hanya tiga ribu ton yang terserap oleh pasar

“Evaluasi sementara pasar memang stoknya masih banyak. Kebutuhan masyarakat tentang beras masih sedikit, buktinya yang beli sedikit,” tutur Budi Waseso.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengungkapkan kondisi gudang petani di daerah penghasil beras di sepanjang Pantai Utara Jawa Barat terbilang minim bahkan gudang-gudang nyaris kosong.

Kondisi ini menjadi salah satu alasan pemerintah mengeluarkan kebijakan impor beras hingga dua juta ton di tahun ini. Enggar mengaku telah mendatangi satu-persatu gudang di daerah sepanjang perjalanan Jakarta sampai Cirebon, lewat darat.

“Saya masuk ke gudang anggota Perpadi (Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi). Hanya ada satu ton, dua ton, artinya kosong,” ukata Enggar saat berkunjung ke Kantor Transmedia, belum lama kemarin.

Kondisi tersebut, menurut Enggar, menunjukkan tak ada surplus beras seperti yang sering disebut Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Hal ini kian diperjelas kondisi harga beras yang terus merangkak naik di akhir tahun lalu hingga awal tahun ini.

“Beras surplus tidak mungkin diumpetin. Kalau kita punya diamond (berlian) mungkin bisa diumpetin, tapi beras kan tidak mungkin,” katanya. (emf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!