Kemenkop UKM Fasilitasi 28 UKM di Pameran Kriyanusa

JAKARTA (Pos Sore) — Pameran Kriyanusa yang diselenggarakan sejak 26 September di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, kembali menggelar fashion show yang memamerkan produk tenun dari berbagai daerah, di antaranya Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku, pada Sabtu (29/9).

Fashion show kali ini dihadiri langsung oleh Ketua Dekranas (Dewan Kerajinan Nasional) Mufidah Jusuf Kalla, Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas Bintang Puspayoga, Ketua Bidang Daya Saing Produk Dekranas Yanti Airlangga, dan para Ketua Dekranas Daerah (Dekranasda).

Dalam fashion show tersebut beberapa produk fashion unggulan berbahan tenun ditampilkan. Yaitu Tenun Sasirangan dari Provinsi Kalimantan Selatan oleh Indira Hadi, Tenun Badong dari Kalimantan Timur oleh Siswa Sekolah Fashion IKJ.

Ada juga Tenun Sintang dari Kalimantan Barat oleh Wieke Dwiharti, Tenun Tanimbar dari Maluku Tenggara Barat oleh Sofie, Tenun Mandar dari Sulawesi Barat oleh Neera Alatas, dan Oh Boutique oleh Otty.

Sebagai Dewan Pengawas LLP-KUKM (Smesco Indonesia), Samuel Wattimena mengungkapkan, fashion show tenun nusantara ini bertujuan untuk memperkenalkan produk nusantara kepada generasi milenial. Selain itu, memberi peluang kepada mereka untuk berkarya dengan kain tenun nusantara.

“Memperpanjang waktu existensi kain nusantara, dan menjadi bukti nyata bahwa produk etnic nusantara mampu masuk ke selera milenial,” jelas Samuel.

Di samping kemeriahan fashion show yang berlangsung di pusat pameran, para UKM yang difasilitasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM dalam pameran tersebut, mengaku beruntung karena mendapat kesempatan untuk memperkenalkan produknya ke masyarakat.

Salah satunya, Astho Setyo. Pelaku UKM kerajinan tas kulit tanpa jahitan ramah lingkungan dengan brand Janedan yang sudah ke sekian kali difasilitasi Kemenkop dan UKM untuk mengikuti pameran.

“Dengan pameran ini jadi bisa menjelaskan kepada pecinta produk kami. Mereka bisa bertemu dengan saya langsung foundernya. Karena tujuan pameran kan memperkanalkan produk,” tutur Astho.

Samuel menambahkan, dalam Pameran Kriyanusa tersebut, Kemenkop UKM memberi kesempatan kepada 14 UKM untuk memamerkan produk di booth Kemenkop dan UKM, dan 14 UKM di booth Smesco Indonesia.

Untuk mendapatkan fasilitas tersebut, sebagaimana diungkapkan Samuel, para UKM telah melalui proses kurasi yang menjadi persyaratan dari Kemenkop dan UKM dan juga Smesco Indonesia.

Sementara proses kurasi yang ditangani langsung oleh Samuel, dimulai dengan melihat keberagaman produk UKM, kemudian pemahaman UKM terhadap produknya mulai dari hulu hingga ke hilir.

Selain itu, para peserta pameran yang difasilitasi Kemenkop dan UKM juga harus mengirimkan surat-surat perizinan usaha dan formulir keikutsertaan dalam pameran selama 5 hari.

Dari proses kurasi yang mengutamakan keberagaman produk tersebut, Samuel berharap, konsep One Stop Shopping Exhibiton terjadi dalam pameran. “Jadi nantinya kalau dia mampir di booth, nomor 1, dia bisa berlanjut ke booth nomor 14 untuk memenuhi kebutuhan berbelanjanya,” jelas Samuel. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!