1000 Desainer Ternama Meriahkan Indonesia Modest Fashion Week 2018

JAKARTA (Pos Sore) — Dirjen IKM Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih membuka secara resmi gelaran Indonesia Modest Fashion Week (IMFW) 2018 yang berlangsung pada 4-7 Oktober 2018, di Jakarta Convention Center.

Sebanyak 100 desainer ternama Indonesia ambil bagian dalam event tahunan ini. Ada sekitar 200 booth produk fesyen mulai dari kain batik, tas, perhiasan dan asesoris tradisional lainnya yang ikut dipamerkan.

Jika tahun sebelumnya temanya lebih ke pulau Sumatera, maka kali ini mengangkat tema budaya pesisir dari Sabang sampai Merauke. Mengingat Indonesia negara kepulauan, maka kawasan pesisir menjadi menarik untuk lebih ditampilkan.

Jadilah Indonesia Modest Fashion Week 2018 — di bawah naungan Modest Fashion Designer (MFD), ini bertema ‘Heritage Long The Coast Of Indonesia’, Warisan Budaya Pesisir Indonesia.

Menurut Ketua Umum IMFW 2018 Jeny Tjahjawati, tema ini diusung dikarenakan kawasan pesisir sejak lama telah menjadi salah satu bahasan utama dalam tinjauan sejarah budaya dunia. Karakter geografis yang khas membuat wilayah ini menjadi titik mula bagi proses kontak dan interaksi antar budaya.

“IMFW 2018 dirancang secara unik untuk menampilkan perpaduan mode dengan gaya terkini yang berada dalam konteks modest,” jelas Jeny dalam sambutannya.

Tak sekadar mewadahi para pelaku industri yang ada di dalamnya, tapi juga menjadi sarana promosi efektif untuk modest fashion sekaligus menghidupkan industri fashion secara luas.

Saat membuka event itu, Gati mengatakan industri fesyen Indonesia terutama fesyen muslim terus berkembang pesat. Ini menjadi potensi besar yang harus terus dikembangkan menuju Indonesia sebagai kiblat fesyen muslim dunia pada 2020.

“Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Inilah potensi yang harus kita maksimalkan untuk menuju Indonesia kiblat fesyen muslim dunia,” kata Gati, Kamis (4/10).

Gati menyampaikan, industri fesyen menjadi salah satu industri yang strategis dan prioritas untuk dikembangkan. Nilai ekspor industri ini hingga Juli 2018 mencapai 8,2 miliar dolar AS dengan pertumbuhan 8,7 persen.

Sementara itu, John Simbi, Ketua Penyelenggara IMFW mengatakan, pekan mode ini menyajikan rangkaian busana modest yang akan mengispirasi dunia. “Ini busana modest, bukan khusus busana hijab. Jadi yang ditampilkan yang karya-karya yang terbaru, termasuk busana hijab,” jelasnya.

Dari ajang ini, desainer-desainer baru Indonesia terus bermunculan. Karya-karya para desainer muda tersebut sangat unik dan apik. Mereka juga sangat antusias mengikuti even-even seperti sekarang ini.

“Boleh dikatakan ini adalah etalase mode  yang setiap tahun selalu tampil istimewa,” kata John Simbi.

Gelaran IMFW yang sudah memasuki tahun ke-4 tersebut selalu menampilkan wajah-wajah baru dalam dunia fesyen Indonesia. Mereka adalah para pelaku industri kreatif yang sangat potensial untuk berkembang.

Dalam even ini, para desainer tidak hanya bertemu dengan para pembeli, tetapi juga pelaku kreatif lainnya baik lokal maupun internasional. Bertemu dengan pelaku kreatif lain, tentu akan membuka peluang baru dalam hal pemasaran produk.

“Ada pelaku industri kreatif dari Malaysia, Singapura dan Syiria ambil bagian,” tutup John Simbi. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!