Jelang Batas Akhir UHC, BPJS Kesehatan Cabang Dumai Terus Kejar Target

SIAK (Pos Sore) — Jumlah penduduk Kabupaten Siak, Provinsi Riau, pada 2018 tercatat mencapai 477.670 jiwa. Dari total penduduk, yang tergabung di program JKN baru 41,07 persen. Artinya masih ada 58,93 persen lagi yang belum mengikuti program JKN.

Jumlah masyarakat Kabupaten Siak yang terdaftar dalam program JKN per Maret 2018 sebanyak 170.509 jiwa (41,07%) dan yang belum terdaftar masih 244.619 jiwa atau (58,93%).

Nora Duita Manurung Kepala BPJS Kesehatan Cabang Dumai, mengungkapkan, saat ini berdasarkan data yang terdapat di BPJS Kesehatan, Jamkesda Siak baru terintegrasi sebesar 12.425 jiwa sesuai dengan kuota.

“Masih ada sekitar 28.000-an jiwa lagi yang belum diintegrasikan yang anggarannya sudah dialokasikan untuk tahun 2018 namun masih dikelola sendiri oleh Dinas Kesehatan sebelum diajukan dan dialihkan ke JKN-KIS,”¬†terangnya.

Ia mengemukakan hal itu saat menerima Tim Monitoring dan Evaluasi Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN): dr. Zaenal Abidin, Rudy Prayitno, dan Ahmad Ansyori, di Kabupaten Siak, Riau, Rabu (19/9).

Nora mengatakan, pihaknya terus berupaya meningkatkan jumlah kepesertaan. Tentunya juga diiringi dengan peningkatan pelayanan kepesertaan BPJS terhadap peserta.

“Mulai dari peralatan, mutu pelayanan, sistem antrean pendaftaran serta rujukan yang baik, dan terjadi peningkatan angka kepuasan masyarakat,” katanya.

Terkait peningkatan kepesertaan program JKN ini, sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2017 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional serta Pemendagri nomor 32 tahun 2017 yang memutuskan hanya ada satu yang dikelola yaitu jamkesda dengan JKN.

Pemerintah sendiri menargetkan pada 2019 minimal mencakup 95 persen penduduk Indonesia menjadi peserta BPJS Kesehatan. Pemerintah pun menetapkan batas waktu akhir diberikan pada 4 Desember 2018.

“Minimal mencakup 95 persen pada tahun 2019 target JKN secara nasional tercapai. Sedangkan di kabupaten Siak dari total jumlah penduduk masyarakatnya yang tergabung di program JKN baru 41,07 persen masih ada 58,93 persen yang belum mengikuti program JKN tersebut,” terang Nora.¬†

Peningkatan jumlah kepesertaan BPJS di kabupaten Siak, tentunya dibarengi dengan peningkatan pelayanan kepesertaan BPJS, mulai darai peralatan, mutu pelayanan, sistim antrian pendaftaran serta sistim rujukan yang baik, terjadi peningkatan angka kepuasan masyarakat. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!