Pelanggar Lalu Lintas di Lokasi E-TLE Semakin Menurun

JAKARTA (Pos Sore) – Pelanggaran yang dilakukan pengendara di lokasi uji coba sistem tilang dengan CCTV atau Elektronik Traffic Law Enforcement (E-TLE) di sepanjang Jalan Sudirman – Thamrin kian hari semakin menurun sejak diberlakukan tanggal 1 Oktober 2018.

Sebanyak 671 pengendara kendaraan roda empat melanggar aturan berlalu lintas. Itu selama delapan hari mulai 1 Oktober 2018 sampai dengan 8 Oktober 2018. Para pelanggar ter-capture atau terdeteksi Camera CCTV ANPR dan masuk dalam Back Office RTMC PMJ.

Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto dalam keterangannya, Selasa (9/10), mengatakan, terdapat tren penurunan jumlah pelanggar dari hari pertama uji coba tilang elektronik hingga hari ke-8.

Dimulai dengan 232 pelanggar pada 1 Oktober, lalu berangsur turun berturut-turut pada 2 -3 Oktober yang menjadi 104 pelanggar, kemudian 4 Oktober hanya sebanyak 93 pelanggar.

Sementara itu, pada 5 Oktober tercatat 53 pelanggar, 6 Oktober sebanyak 27 pelanggar, dan pada 7 Oktober menjadi 19 pelanggar. Sementara pada 8 Oktober ada 39 pelanggar.

Pelanggar mayoritas pengendara kendaraan berpelat hitam. Tercatat ada 395 pengendara yang terkena tilang elektronik. Sementara pelat kuning ada 72 kendaraan dan pelat merah 21 kendaraan.

“Pelat TNI Polri 16 kendaraan, pelat kedutaan 10 kendaraan, pelat luar DKI 7 kendaraan, diskresi petugas 19 kendaraan, dan not recognize 131 kendaraan,” tuturnya.

Melalui sistem ini, pelanggar lalu lintas akan terekam di kamera pengintai alias CCTV, dicapture, lalu surat penilangan dikirim ke rumah. Namun selama masa simulasi Tilang Elektronik, pelanggar lalu lintas tidak akan diblokir STNK-nya, hanya dikirimkan peringatan.

Tapi jika sistem ini telah berlaku, pelanggar akan ditindak dengan memblokir STNKnya. Tindakan ini diterapkan jika pelanggar tak membayar denda atas kesalahannya.

“Soal pemblokiran STNK terkait pelanggaran maupun tindak pidana, apakah itu kecelakaan maupun tindak pidana kendaraan bermotor itu sudah diatur, boleh diblokir,” ungkap Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf di Blok M, Jakarta Selatan, Rabu (26/9) minggu lalu.

Dengan adanya tilang elektronik (ETLE), Kombes Yusup berharap pengendara berhati-hati dan mengubah perilaku buruk saat berkendara. Karena semua aksi mereka di jalan akan direkam oleh kamera.

“Dengan adanya sistem (Tilang Elektronik) yang canggih dan bagus, kebiasaan-kebiasaan yang tidak bagus akan berubah sendiri karena ada sistem. Yang mengawasi mereka bukan manusia lagi, tapi sistem,” tegasnya. (marolop)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!